Dewa United Kalahkan PSIM 1-0 Berkat Penalti di Pekan Ke-26 ISL

- Jumat, 03 April 2026 | 22:00 WIB
Dewa United Kalahkan PSIM 1-0 Berkat Penalti di Pekan Ke-26 ISL
Laporan Pertandingan

Indomilk Arena, Kamis malam lalu, jadi saksi sebuah pertarungan sengit. Dewa United, di hadapan pendukungnya, berhasil membawa pulang tiga poin krusial setelah mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-0. Laga pekan ke-26 Indonesia Super League ini benar-benar berjalan alot.

Sejak babak pertama, suasana sudah terasa. Kedua tim saling jegal, serangan balik cepat terjadi, tapi bola enggan masuk ke jala gawang. Hingga wasit meniup peluit tanda jeda, papan skor masih kosong. PSIM, harus diakui, tampak lebih banyak memegang bola. Tapi dominasi itu tak banyak artinya. Mereka kesulitan sekali menembus pertahanan Dewa dan menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya.

Memasuki babak kedua, ritme berubah. Dewa United seperti mendapat suntikan energi. Mereka mulai menekan lebih keras, pergerakan pemainnya lebih agresif. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil.

Di menit ke-62, sebuah pelanggaran di kotak penalti terjadi. Wasit tak ragu menunjuk titik putih. Tanggung jawab eksekusi diserahkan pada Alex.

Dengan tenang, ia menempatkan bola dan melepaskan tendangan. Gawang PSIM bobol. Stadion pun meledak.

Gol itu, ternyata, menjadi satu-satunya dalam pertandingan. Setelah unggul, strategi Dewa jelas: bertahan rapat dan manfaatkan serangan balik. Mereka bermain jauh lebih disiplin. PSIM, di sisi lain, kalang kabut. Beberapa pergantian pemain dilakukan untuk mengejar ketertinggalan, tapi semuanya mentah. Lini belakang Dewa seperti benteng yang sulit ditembus.

Statistik pertandingan cukup menarik. PSIM memang menguasai 62% penguasaan bola. Tapi angka itu cuma hiasan. Dewa United jauh lebih efektif dan efisien, terlihat dari jumlah tembakan tepat sasaran yang mereka ciptakan. Kemenangan ini adalah soal efektivitas, bukan sekadar penguasaan.

Peluit panjang akhirnya berbunyi. Skor 1-0 bertahan. Kemenangan ini tentu sangat berarti bagi perjalanan Dewa United di kompetisi. Sementara PSIM harus pulang dengan tangan hampa, memetik pelajaran pahit tentang bagaimana mengubah peluang menjadi gol.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar