MURIANETWORK.COM - Pemerintah Kabupaten Bone membahas rencana investasi strategis untuk pembangunan pelabuhan umum di wilayah pesisir timurnya. Audiensi antara Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, dengan jajaran PT Tiran Nusantara Group digelar di Makassar, Kamis (19 Februari 2026), guna mengkaji kelayakan dan dampak proyek senilai Rp1,7 triliun tersebut.
Membahas Dampak dan Kelayakan Proyek
Pertemuan di Ruang Rapat Lantai 3 AAS Building, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar itu berlangsung cukup intens. Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin beserta rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama Tiran Nusantara Group, Rahman Arif. Pembahasan mencakup banyak aspek, mulai dari potensi geografis Desa Bone Pute di Kecamatan Tonra sebagai lokasi, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga proyeksi dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Proyek yang digarap oleh PT AAS Gemilang Mandiri ini bukan sekadar pembangunan dermaga biasa. Dalam paparannya, pelabuhan ini dirancang untuk menjadi pusat logistik baru yang mendukung industri nikel yang berkembang di kawasan tersebut. Lebih dari itu, proyek ini diprediksi mampu menyerap ribuan tenaga kerja, sebuah angin segar untuk pertumbuhan ekonomi lokal.
Infrastruktur Jalan Jadi Perhatian Utama
Di tengah optimisme tersebut, Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin menyoroti satu prasyarat mendasar. Menurutnya, kesiapan infrastruktur dasar, terutama akses jalan menuju lokasi, adalah faktor krusial yang akan menentukan kelancaran baik pada tahap pembangunan maupun operasional pelabuhan nantinya. Tanpa dukungan konektivitas darat yang memadai, fungsi pelabuhan sebagai penghubung logistik tidak akan optimal.
Secara prinsip, Pemerintah Kabupaten Bone menyambut baik investasi yang memiliki dampak strategis seperti ini. Dukungan diberikan dengan harapan proyek dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja luas, serta meningkatkan konektivitas dan geliat perdagangan di wilayah pesisir Bone.
Andi Akmal Pasluddin pun menyampaikan harapannya terhadap proyek ini.
"Saya kira, keberadaan Pelabuhan Peti Kemas Tonra nantinya diharapkan menjadi penggerak utama perekonomian wilayah timur Kabupaten Bone," ujarnya.
Selain menciptakan lapangan kerja, kehadiran pelabuhan dinilai akan memperlancar distribusi barang dan menjadi pintu ekspor bagi hasil bumi masyarakat setempat.
Dihadiri Perangkat Daerah dan Instansi Teknis
Audiensi ini dihadiri oleh perangkat daerah terkait untuk memastikan koordinasi yang solid. Turut hadir Pj. Sekda Bone, Asisten 3, Plt. Kadis PMD, serta para kepala dinas seperti Pertanian, dan Bina Marga, Cipta Karya, serta Tata Ruang Kabupaten Bone. Kehadiran mereka menunjukkan pendekatan komprehensif Pemkab dalam mengawal rencana investasi besar ini.
Pertemuan juga diwarnai dengan masukan teknis dari sejumlah instansi pusat dan provinsi. Perwakilan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI, Pemerintah Provinsi Sulsel, serta Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Makassar hadir memberikan tinjauan mengenai aspek kesiapan infrastruktur dan kesesuaian tata ruang. Kehadiran mereka menegaskan bahwa proyek ini dikaji dengan memperhatikan regulasi dan standar teknis yang berlaku.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Hadapi PSM Makassar dalam Duel Klasik di JIS
Ahli Waris Protes Status Lahan, Proyek Stadion Sudiang Makassar Terhambat
Menag Bantah Gratifikasi, Klaim Penggunaan Jet Pribadi OSO untuk Acara Keluarga
Kejaksaan Sumsel Tahan Dua Mantan Direktur Keuangan Semen Baturaja Terkait Dugaan Korupsi