Setelah tujuh laga tanpa kemenangan, akhirnya ada angin segar untuk PSM Makassar. Mereka berhasil meraih tiga poin penuh usai menundukkan PSBS Biak dengan skor 2-1 di Stadion Maguwoharjo, Minggu (8/2/2026). Laga pekan ke-20 BRI Liga 1 2025/2026 ini jadi momentum penting untuk mengubah suasana.
Beban psikologis yang menggunung selama beberapa pekan terakhir, perlahan mulai terangkat. Kemenangan ini bukan cuma soal angka, tapi juga mengembalikan kepercayaan diri Pasukan Ramang yang sempat terpuruk di papan bawah.
Dengan tambahan tiga poin, koleksi PSM kini menjadi 23. Mereka pun naik ke posisi 13 klasemen sementara. Yang jelas, jarak dengan zona merah degradasi jadi sedikit lebih lega.
Lini Depan Mulai Berdentum Lagi
Lalu, apa sih yang bikin PSM akhirnya menang? Beberapa hal tampak jadi penentu. Yang paling kentara, efektivitas serangan mereka mulai muncul kembali. Gol-gol yang tercipta menunjukkan kalau tim asuhan Tomas Trucha ini bisa memanfaatkan momen saat lawan sedang limbung.
Faktor lain datang dari lawan. Kartu merah yang diterima pemain PSBS Biak jelas jadi titik balik. Dengan keunggulan jumlah pemain, PSM lebih leluasa mengatur ritme permainan dan mengunci kemenangan.
Yang juga patut dicatat, kedisiplinan tim jauh lebih baik. Mereka bisa menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi, sesuatu yang kerap jadi masalah di laga-laga sebelumnya.
Nafas Baru di Klasemen
Posisi ke-13 dengan 23 poin memang belum bisa dibilang aman. Tapi setidaknya, situasinya lebih terkendali ketimbang beberapa pekan lalu. PSM sekarang berada di atas beberapa tim seperti Madura United, PSBS Biak sendiri, Semen Padang, Persijap, dan Persis.
Secara matematis, peluang terdegradasi memang belum hilang sama sekali. Namun begitu, indikatornya mulai positif. Jarak poin dengan zona degradasi sekarang sekitar 6 sampai 12 poin. Performa tim-tim pesaing di dasar klasemen juga masih fluktuatif, tidak konsisten.
Di sisi lain, jadwal PSM ke depan masih menyisakan sejumlah laga kandang. Itu peluang emas buat mengumpulkan poin tambahan.
Ujian Sebenarnya Baru Dimulai
Meski lega, tantangan sesungguhnya justru ada di depan mata. Satu kemenangan saja tidak cukup. Konsistensi di sisa musim adalah kunci mutlak.
Menurut sejumlah pengamat, jika PSM bisa meraih minimal satu kemenangan dari setiap tiga laga, status mereka di Liga 1 bisa diamankan lebih cepat. Tapi kalau kembali terpeleset, tekanan dari zona degradasi akan datang menghantui lagi dengan sangat cepat.
Intinya, PSM sudah membuka pintu keluar. Mereka sudah menemukan jalannya. Sekarang, tinggal bagaimana menjaga langkah agar tidak tersandung lagi di tengah jalan. Semua kembali pada mental dan konsistensi para pemain di lapangan.
Artikel Terkait
Thomas Aquinas Dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia
Ketua MA Kecewa Dua Hakim Depok Jadi Tersangka KPK
Angka Anak Tidak Sekolah di Bone Turun Drastis Berkat Validasi Data dan Program Jemput Bola
Ramadan 2026 Diperkirakan Dimulai 19 Februari, Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari