Sekarang, fokusnya adalah mempercepat pembahasan. Komdigi sedang sibuk mempersiapkan segala administrasi yang diperlukan, seperti penyusunan Surat Keputusan Panitia Antar Kementerian (SK PAK), agar proses diskusi dengan berbagai pihak bisa berjalan efektif dan tidak tersendat.
Lalu, apa urgensi dari Perpres AI ini? Sebelumnya, Aju memaparkan bahwa aturan ini dirancang untuk mendukung program prioritas atau quick win pemerintahan. Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia kemudian merinci daftar program yang dimaksud. Tak cuma MBG, ada juga upaya untuk swasembada pangan, skrining TBC, hingga pemetaan wilayah rawan stunting. Bahkan, penanganan hoaks dan disinformasi masuk dalam daftar program yang akan dibantu oleh implementasi AI.
Jadi, bisa dibilang peta jalan AI ini bukan sekadar dokumen teknis. Ia diharapkan menjadi alat bantu nyata untuk menyelesaikan persoalan-persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.
Artikel Terkait
Harga Pertalite dan Solar Resmi Naik, Pemerintah Janjikan Bansos Tambahan
Kucing Savannah: Pesona Eksotis yang Membawa Tantangan
Lansia dan Vaksin COVID-19: Perisai Penting Lawan Gejala Parah
Sri Mulyani Buka Suara: Subsidi BBM Bakal Disesuaikan, Ini Skema Bantalan Sosialnya