Ini namanya kerja jurnalisme investigasi. Kalau di film luar negeri, mirip banget sama detektif swasta.
Yang menarik, kerja-kerja investigasi macam ini justru luput dari aparat yang mestinya mengusut tuntas kasus secara objektif. Kok bisa?
Seorang Visual Investigative Producer, Aqwam Fiazmi Hanifan, baru-baru ini membeberkan temuannya soal demo yang berujung kerusuhan dan penjarahan Agustus 2025 lalu. Lewat akun X-nya @aqfiazfan, dia bercerita soal proyek pertamanya bersama Project Multatuli.
"Proyek pertama saya di Project Multatuli. 🔥 Bantu identifikasi koordinator penjarah di rumah Sri Mulyani dan Nafa Urbach yang ternyata pakai mobil mercy merah dan diduga kuat punya pengusaha mebel asal Solo,"
Begitu kira-kira pengakuannya.
Tak cuma itu, Aqwam juga menyebutkan keterlibatannya dalam kasus lain.
"Sempat bantu juga untuk verifikasi terduga kuat koordinator di kasus penjarahan Sahroni, yang sepertinya luput ditangkap polisi. Sayangnya gak ada foto/video tampak depan,"
Ungkapnya dengan nada sedikit menyesal.
Kalau dirunut, rangkaian peristiwanya memang bikin geleng-geleng. Sejumlah rumah pejabat dijarah. Ada Mercy merah yang sangat mencolok, munculnya kelompok-kelompok yang diduga provokator, serta penjarahan yang berlangsung cepat dan terkoordinasi rapi. Yang paling menyita perhatian, ada kesan pembiaran dari aparat terhadap aksi penjarah itu sendiri.
Lalu, bagaimana Project Multatuli mengungkap semua ini? Mereka mengumpulkan video dari media sosial dan CCTV warga, mewawancarai belasan orang, lalu menganalisisnya secara mendalam. Metodenya sistematis, tapi penyajiannya jauh dari kesan kaku.
Analisis lengkapnya bisa disimak dalam reportase berjudul:
"Memori 1998 Dalam Penjarahan Agustus: Hilangnya Polisi dan Misteri Mercy Merah dari Solo"
Isinya cukup mencengangkan. Ternyata, hasutan untuk menjarah rumah-rumah pejabat sudah beredar sejak 29 Agustus di media sosial. Namun, tidak ada upaya pencegahan yang berarti. Semua berjalan lancar. Polisi mendadak menghilang dari lokasi sebuah fenomena yang mengingatkan kita pada peristiwa kelam 1998 silam.
Silakan simak selengkapnya dalam laporan utama mereka. Intinya, ini bukan sekadar berita, tapi potret investigasi yang seharusnya menjadi pelajaran bersama.
Artikel Terkait
Polri Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Provinsi yang Dikendalikan Napi Lapas Purwakarta
Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam, Menag Ajak Umat Perkuat Persaudaraan dan Toleransi
Wamentan Bantah Kabur dari Diskusi di UGM, Klaim Siap Dialog Meski Dihadang dan Dilempar Air
BGN Kantongi Pagu Rp270 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis 2027, Evaluasi Penerima Manfaat Digulirkan