Sekjen NATO Ingatkan Eropa: Tanpa AS, Pertahanan Sendiri Hanya Mimpi

- Selasa, 27 Januari 2026 | 06:42 WIB
Sekjen NATO Ingatkan Eropa: Tanpa AS, Pertahanan Sendiri Hanya Mimpi

Sekjen NATO Mark Rutte punya peringatan keras buat Eropa. Intinya sederhana: tanpa Amerika Serikat, benua biru ini bakal kesulitan membela diri. Pernyataannya ini muncul di tengah ketegangan yang sempat memanas antara beberapa negara Eropa dan Washington.

Pemicunya? Keinginan mantan Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom Denmark, yang sempat bikin hubungan keduanya renggang.

Di hadapan Parlemen Eropa, Rutte tak sungkan-sungkan. "Kalau ada yang masih mikir Uni Eropa, atau Eropa secara umum, bisa membela diri tanpa AS, ya silakan terus bermimpi. Nyatanya, tidak bisa," ujarnya tegas, seperti dilaporkan AFP Selasa lalu.

Menurutnya, negara-negara anggota Uni Eropa harus lebih serius. Ia mendorong agar pengeluaran untuk pertahanan digandakan, dari target NATO sebesar lima persen menjadi sepuluh persen. Bahkan, ia menyinggung perlunya miliaran euro untuk membangun senjata nuklir sendiri.

"Tanpa itu, kita akan kehilangan penjamin utama kebebasan kita, yaitu payung nuklir Amerika Serikat," tambah mantan Perdana Menteri Belanda itu.

Namun begitu, pernyataan Rutte langsung mendapat sanggahan. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menulis balasan di platform media sosial X.

"Eropa bisa dan harus bertanggung jawab atas keamanannya sendiri," tulis Barrot.

Di sisi lain, Rutte menegaskan bahwa komitmen AS pada klausul pertahanan bersama NATO tetap solid. Hanya saja, Washington punya harapan jelas: Eropa harus terus meningkatkan belanja militernya. "Mereka butuh kawasan Euro-Atlantik yang aman, dan tentu saja Eropa yang aman. Jadi kepentingan AS di NATO itu sangat besar," paparnya.

Ia juga menolak gagasan yang sempat dilontarkan komisioner pertahanan Uni Eropa, Andrius Kubilius, soal kemungkinan membentuk pasukan pertahanan Eropa yang mandiri. Bagi Rutte, ide itu justru berbahaya.

"Itu cuma akan mempersulit keadaan. Saya yakin (Presiden Rusia Vladimir) Putin akan senang mendengarnya. Jadi, pikirkan sekali lagi," tukasnya.

Soal Greenland, Rutte mengaku sudah mencapai kesepahaman dengan Trump bahwa NATO akan lebih aktif dalam pertahanan kawasan Arktik. Tapi urusan kehadiran militer AS di pulau itu, ia serahkan sepenuhnya pada pemerintah Greenland dan Denmark.

"Saya tidak punya mandat untuk bernegosiasi atas nama Denmark. Jadi saya tidak melakukannya, dan tidak akan," katanya singkat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar