Papan Pesan untuk Mantan Jadi Petunjuk Terakhir Pendaki Hilang di Slamet

- Selasa, 06 Januari 2026 | 22:45 WIB
Papan Pesan untuk Mantan Jadi Petunjuk Terakhir Pendaki Hilang di Slamet

PEMALANG – Sudah sembilan hari berlalu, tapi titik terang soal nasib Syafiq Ridhan Ali Razan (18) masih gelap. Pendaki asal Magelang itu hilang di Gunung Slamet sejak 28 Desember lalu, dan operasi pencarian kini masuk fase yang benar-benar krusial. Tim SAR sejauh ini cuma menemukan satu petunjuk nyata: sebuah papan pesan kayu yang diduga kuat milik Ali.

Papan itulah yang malah jadi viral. Foto papan bertuliskan “Hi mantan, dapat salam dari Gunung Slamet 3428 mdpl” itu bertebaran di media sosial, diunggah akun @jejak pendaki. Menariknya, papan ini ditemukan terselip di dalam jaket Himawan, rekan pendakian Ali yang berhasil dievakuasi lebih dulu.

Menurut informasi, papan pesan itu memang sengaja dipesan Ali secara online. Rencananya, buat foto-foto di puncak. Nah, penemuan ini jadi bukti penting bahwa Ali sempat mencapai area tinggi gunung. Dia terpisah dari Himawan di sekitar Pos 9, saat berusaha turun mencari bantuan untuk sang rekannya yang mengalami cedera kaki.

Ali, warga Kramat Utara, Magelang Utara, mendaki via jalur Dipajaya di Pemalang. Pendakiannya dilakukan bersama Himawan dengan sistem cepat atau ‘tektok’, tanpa bermalam. Mereka tercatat mendaftar di basecamp pada Sabtu malam, 27 Desember, dan rencananya turun keesokan harinya.

Operasi Diperpanjang, Bau Misterius Diverifikasi

Prosedur standar pencarian tujuh hari sebenarnya sudah berakhir Senin malam. Tapi tim SAR memutuskan untuk memperpanjang operasi. “Pencarian ditambah dua hari. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda atau petunjuk pasti mengarah pada posisi Ali. Kami meminta doa dari masyarakat,” ujar Handika dari Basarnas Pemalang.

Fokus pencarian kini di empat titik SRU, yang menyisir area dari Pos 4 ke bawah. Ada laporan yang bikin deg-degan juga: tim sempat mencium bau tidak sedap di sisi utara, antara Pos 3 dan Pos 4. Kabar soal bau bangkai ini masih dalam proses verifikasi, belum bisa dipastikan sumbernya.

Dibelakang Layar: Izin ke Sumbing, Malah ke Slamet

Di balik semua ini, ada cerita yang bikin hati miris. Ayah Himawan, Imam Bukhori, mengaku kaget bukan main. Saat pamit, kedua pemuda itu bilang mau mendaki Gunung Sumbing di Magelang, bukan Slamet.

“Pamitnya ke Gunung Sumbing, makanya saya izinkan karena di sana banyak saudara dan Himawan sudah hafal medannya. Ternyata mereka ke Slamet,” tuturnya.

Kini, Himawan yang cedera kakinya sudah pulih. Dia malah turun langsung ke lereng lagi, membantu tim SAR mencari sahabatnya. Harapan dan doa terus mengalir, berharap ada mukjizat di balik ganasnya medan Slamet yang masih menyimpan satu nyawa.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar