Risoles Mayo Diduga Picu Keracunan 22 Mahasiswa UNISA di RSJ Grhasia

- Senin, 05 Januari 2026 | 15:24 WIB
Risoles Mayo Diduga Picu Keracunan 22 Mahasiswa UNISA di RSJ Grhasia

Belum lama berselang, tepatnya Senin (30/12), suasana belajar mahasiswa UNISA Yogyakarta berubah drastis. Sebanyak 22 mahasiswa yang tengah mengikuti kegiatan Early Clinical Exposure (ECE) di RSJ Grhasia, Sleman, tiba-tiba mengalami keracunan makanan. Kejadian ini bermula usai mereka menyantap makanan ringan yang disediakan di lokasi.

Gejala yang muncul beragam. Mulai dari mual dan muntah, diare, demam, sampai pusing. Cukup parah, sehingga seluruh mahasiswa yang terdampak harus mendapat penanganan medis di beberapa rumah sakit di wilayah DIY.

Dua Mahasiswa Masih Dirawat Inap

Kabarnya, kondisi mayoritas korban sudah membaik. Direktur RSJ Grhasia, Akhmad Ahadi, menyebut dari 22 mahasiswa, 20 di antaranya telah dipulangkan.

“Sampai hari ini tanggal 5 Januari 2026. Dari 22 korban atau orang terdampak yang dirawat inap di beberapa rumah sakit itu semuanya 20 sudah dipulangkan dikarenakan sembuh. Sekarang masih ada dua (yang rawat inap),”

kata Ahadi dalam konferensi pers, Senin (5/1).

Rumah sakit yang merawat tersebar, antara lain RSJ Grhasia sendiri, RS Queen Latifa, RS PKU Gamping, RS Condongcatur, dan RS Sakinah Idaman. Pihak kampus, UNISA Yogyakarta, langsung turun tangan memantau. Mahasiswa yang terdampak semuanya berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA, Dewi Rokhanawati, juga memberikan konfirmasi serupa.

“Terkait dengan pemantauan sampai ini tadi pagi tadi kita pantau insyaallah kondisi mahasiswa kami membaik dari awal mereka memang dinyatakan rawat inap di Rumah Sakit,”

ujarnya.

Fokus Investigasi: Risoles Mayo

Lalu, makanan apa yang diduga menjadi biang keladi? Saat itu disajikan risoles mayo, tahu sarang burung, dan banana cake. Semuanya dipesan dari jasa katering pihak ketiga di Sleman.

Nah, dari penelusuran awal, titik terang mengarah ke risoles mayo. Menurut Ahadi, makanan ini dinilai paling berisiko. Tapi dia hati-hati sekali, menegaskan bahwa kesimpulan final masih harus menunggu hasil uji lab resmi dari Dinas Kesehatan DIY.


Halaman:

Komentar