Hari Pertama Sekolah, Jakarta Kembali Macet Lagi

- Senin, 05 Januari 2026 | 08:48 WIB
Hari Pertama Sekolah, Jakarta Kembali Macet Lagi

Jakarta sudah kembali bernapas dengan iramanya yang khas. Pagi Senin (5/1) itu, denyut nadi ibu kota berdetak lebih kencang. Jalanan yang sempat lengang selama libur panjang akhir tahun, kini kembali dipenuhi riuh kendaraan. Ini adalah hari pertama efektif masuk sekolah untuk semester genap tahun ajaran 2026, sekaligus pengingat bahwa rutinitas harian telah sepenuhnya kembali.

Dari arah Cawang menuju Pancoran, tepatnya di ruas Mayjen Sutoyo hingga MT Haryono, suasana padat itu begitu terasa. Sekitar pukul setengah delapan pagi, lalu lintas secara umum sih masih bisa dibilang ramai lancar. Tapi di beberapa titik, kendaraan merayap pelan dan antrean mengular tak terhindarkan.

Salah satu titik yang paling parah macetnya ada di depan Halte TransJakarta Cawang Sentral. Kawasan itu jadi titik temu segala macam moda transportasi. Bus-bus besar, angkot yang menepi, ribuan motor, plus pejalan kaki yang saling menyelip. Suasana pagi yang benar-benar hiruk-pikuk.

Setelah melewati kemacetan di Cawang Sentral, arus sempat melancar sebentar. Namun begitu mendekati Halte Cawang dan kawasan Tebet, kendaraan kembali harus mengurangi kecepatan. Padatnya terulang lagi di sekitar pertigaan lampu merah menuju Semanggi dan Pasar Minggu.

Di tengah kemacetan pagi itu, Ismi (23) merasakan sendiri perubahannya. Perempuan yang bekerja sebagai konsultan ini berjalan kaki dari kos di Cikoko menuju kantornya di Pancoran.

“Jauh sih bedanya. Soalnya pas mungkin yang Senin kemarin kan sudah pada cuti kan orang-orang, nah itu sepi banget sampai tiga hari itu,” katanya.

Menurutnya, kepadatan pagi ini adalah penanda yang jelas. Aktivitas di Jakarta sudah normal betul.

“Nah terus pas sekarang dari keluar kosan kayak, oh, sudah macet lagi, sudah benar-benar masuk kayak gitu. Sekolah juga sudah mulai masuk kan,” ujar Ismi.

Dengan singkat ia menyimpulkan, “Iya, sudah ‘Jakarta lagi’ gitu.”

Untuk tahun 2026 ini, Ismi punya harapan sederhana. “Kalau untuk aku resolusinya jadi lebih sehat lagi, jadi lebih kurangin overthinking-nya segala macam. Dan untuk Jakarta, kan lagi musim hujan lagi ya, semoga nggak banjir kayak kemarin-kemarin lagi,” harapnya.

Perasaan yang sama datang dari Noel Gilbert (23). Pria ini baru saja menempuh perjalanan dari Bekasi ke Kapuk dengan motornya, usai menikmati liburan selama empat hari.

“Lumayan padat sih apalagi habis liburan,” ucap Noel.

Perjalanannya pagi itu memang diwarnai kemacetan. “Tadi lumayan macet kalau di jalan,” akunya. “Libur empat hari. Jadi sekarang mulai kerja lagi.”

Bagi Noel, kondisi ini memang pertanda bahwa segala sesuatu sudah kembali seperti biasa. “Iya, pasti,” ujarnya mantap. Ia juga berharap hal yang sama dengan banyak orang. “Semoga ke depannya Jakarta lebih baik lagi sih,” tandasnya.

Jadi begitulah. Kemacetan di hari pertama sekolah ini seperti ritual penyambutan. Sebuah penegasan bahwa jeda liburan telah usai. Jakarta kini kembali pada rutinitasnya yang sibuk, berisik, dan penuh kehidupan dengan segala harapan baru yang menyertainya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar