Emas Venezuela: Harta Karun yang Terlupakan di Balik Heboh Minyak

- Senin, 05 Januari 2026 | 06:20 WIB
Emas Venezuela: Harta Karun yang Terlupakan di Balik Heboh Minyak

Heboh Minyak Venezuela, Tapi Lupakan Emasnya? Ini yang Bikin Mata Berbinar

Semua orang ribut membicarakan minyak Venezuela. Tapi, coba tebak, hampir tak ada yang menyebut-nyebut soal emasnya. Padahal, ini bukan main-main. Cadangan emas resmi negara itu mencapai 161 ton. Kalau dirupiahkan, nilainya sekitar USD 22,5 miliar. Jumlah itu membuat Venezuela punya simpanan emas terbesar di seluruh Amerika Latin.

Dan itu baru yang tersimpan di brankas. Setiap kali harga emas melonjak naik seratus dolar, kekayaan mereka langsung bertambah lebih dari setengah miliar dolar. Cukup gila, bukan?

Namun begitu, harta karun sebenarnya justru terpendam di dalam tanah. Ada kawasan bernama Orinoco Mining Arc yang konon menyimpan sekitar 10.000 ton emas yang belum disentuh. Bayangkan saja, dengan harga emas saat ini, potensi nilainya bisa menyentuh angka fantastis: USD 1,4 triliun. Angka yang sulit dibayangkan.

Wakil Presiden Venezuela sendiri sudah angkat bicara dengan nada waspada.

"Perubahan rezim memungkinkan mereka untuk merebut energi, mineral, dan sumber daya alam kita," begitu kira-kira terjemahan pernyataannya.

Perhatikan kata kuncinya: mineral. Ini bukan cuma soal minyak bumi. Ini tentang emas, coltan, dan logam tanah jarang. Coltan saja, bahan baku penting untuk ponsel dan baterai mobil listrik, nilainya diperkirakan melampaui USD 100 miliar.

Lalu, kenapa emas tiba-tiba lebih menarik daripada minyak? Alasannya sederhana. Membangun kembali infrastruktur minyak Venezuela yang tua dan rusak membutuhkan dana besar, mungkin USD 58 miliar, dan waktu yang tidak sebentar. Prosesnya bisa makan bertahun-tahun.

Di sisi lain, emas yang sudah ada di brankas bank sentral sifatnya sangat likuid. Aset ini bisa langsung dijadikan jaminan utang. Begitu ada pemerintahan transisi yang diakui oleh Amerika Serikat, skenarionya akan berjalan cepat. Emas bisa jadi jaminan untuk pinjaman IMF, dana rekonstruksi, atau restrukturisasi utang. Intinya, ia memberikan neraca keuangan yang instan.

Faktanya, sebagian dari emas itu sekitar USD 1,8 miliar masih membeku di Bank of England sejak 2018. Hambatan hukum seperti itu bisa saja mencair seiring dengan perubahan rezim.

Kondisi pasar pun mendukung. Emas telah meroket 65% sepanjang 2025, performa terbaiknya sejak 1979. Bank of America bahkan memprediksi harga bisa menuju $5.000 per ons. Dalam situasi geopolitik yang bergejolak seperti sekarang, emas selalu punya premi tersendiri.

Seperti yang dikomentari seorang netizen, "emang ini mamarika perampok ulung ya..."

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar