Dari mana saja asal kendaraan itu? Mayoritas, hampir setengahnya, datang dari arah Timur Trans Jawa dan Bandung dengan persentase 47,09%. Posisi berikutnya ditempati arus dari Barat (Merak) sebesar 27,26%, sementara dari Selatan (Puncak) menyumbang 25,65%.
Menyikapi kondisi ini, Rivan menegaskan bahwa persiapan telah dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan parah.
"Kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari optimalisasi layanan operasional, pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan, kesiapan petugas dan sarana pendukung di lapangan guna memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman dan lancar," ungkapnya.
Ia juga menambahkan, "Jasa Marga juga melakukan koordinasi intensif dengan Kepolisian dan mendukung rencana rekayasa lalu lintas yang diperlukan sesuai diskresi Kepolisian."
Secara lebih luas, periode libur Nataru tahun ini memang mencatat volume luar biasa. Selama 17 hari, tepatnya dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat 2.657.327 kendaraan melintasi empat gerbang tol utama itu menuju Jabotabek. Sebuah angka yang menggambarkan betapa ramainya perpindahan orang usai momen pergantian tahun.
Artikel Terkait
Jenazah Lansia Pemulung Ditemukan dalam Reruntuhan Gubuk Terbakar di Antang
Pemuda di Makassar Aniaya Ibu Kandung Usai Ibu Marahi Nenek
Harga Emas Pegadaian Anjlok, Galeri24 dan UBS Turun Signifikan
Dua Rumah Hangus Terbakar di Barru, Diduga Akibat Korsleting Listrik