Pagi itu, berita mengejutkan datang dari Caracas. Pasukan elite Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, bersama istrinya. Operasi yang digelar Sabtu (3/1) itu langsung mengguncang peta politik internasional. Dan kini, sang presiden yang digulingkan itu konon akan dibawa ke New York untuk ditahan.
Wali Kota New York yang baru, Zohran Mamdani, angkat bicara. Politisi Partai Demokrat berhaluan sosialis-kiri ini mengaku baru mendapat kabar dari militer AS pada Minggu (4/1).
Begitu tulis Mamdani di akun X resminya, @NYCMayor. Nada pernyataannya terasa tegang, penuh kekhawatiran.
Menurut sejumlah sumber, Maduro dan istrinya akan mendekam di Metropolitan Detention Center, Brooklyn. Itu hanya persinggahan sebelum persidangan yang mengancamnya dengan dakwaan berat: mulai dari Konspirasi Narkoterorisme, Konspirasi Impor Kokain, hingga kepemilikan senjata. Jaksa Agung AS, Pam Bondi, menyiapkan pasal berlapis untuknya.
Dan rencana itu sudah berjalan. Maduro dikabarkan sudah tiba di New York. Begitu pesawatnya mendarat di fasilitas Garda Nasional, agen FBI langsung mengawalnya dengan ketat. Dari sana, ia langsung diangkut helikopter menuju lokasi penahanan. Semua berlangsung cepat dan tertutup.
Artikel Terkait
Operasi AS di Venezuela Tewaskan 80 Orang, Maduro Ditahan di New York
Dino Patti Djalal Sindir Kemlu: Jangan Hanya Jadi Penurut AS
Bibit Siklon Tropis 91S Menguat, BMKG Peringatkan Dampak hingga Pesisir Jawa
Si Jago Merah Melalap Rumah di Tanjung Duren, 13 Unit Damkar Dikerahkan