Tepat di detik-detik pergantian tahun, suasana di stasiun kereta bawah tanah Old City Hall yang sudah lama sunyi mendadak hidup. Di tengah malam itu, Zohran Mamdani secara resmi dilantik menjadi Wali Kota New York City. Momen bersejarah ini mengukir namanya sebagai pemimpin pertama kota itu yang mengucap sumpah jabatan dengan meletakkan tangan di atas Al-Quran.
Pelantikan tengah malam di lokasi yang tak biasa itu bukan tanpa alasan. Stasiun tua itu dipilih sebagai simbol. Sebuah pernyataan tentang komitmennya pada para pekerja yang menjalankan roda transportasi kota setiap hari. Jaksa Agung Negara Bagian, Letitia James, yang memimpin prosesi sederhana namun khidmat itu.
Menariknya, ada lebih dari satu Al-Quran yang disiapkan untuk rangkaian acara pelantikan. Menurut New York Times, Mamdani akan menggunakan kitab milik kakeknya sendiri, plus satu Al-Quran bersejarah milik sejarawan Arturo Schomburg yang dipinjamkan Perpustakaan Umum New York untuk acara di stasiun tadi. Nanti di siang hari, saat upacara publik di Balai Kota, ia akan kembali menggunakan Al-Quran keluarga.
“Saya terpilih sebagai seorang sosialis demokrat dan saya akan memerintah sebagai seorang sosialis demokrat,”
Itulah penggalan tegas dari pidato singkat Mamdani usai disumpah. Kalimat itu sekaligus menegaskan posisinya sebagai tokoh sayap kiri yang selama ini vokal menyuarakan isu keterjangkauan hidup dan layanan publik.
Artikel Terkait
Kepemimpinan Berbasis Maslahat: Pesan Awal Tahun dari Masjid Ibn Khaldun
Racun Kata-kata Daus: Ketika Sindiran Menjadi Lampu Hijau bagi Teror
Menag: Ditjen Pesantren Tinggal Tunggu Keppres
Indonesia Butuh Pemimpin Teladan, Bukan Sekadar Penguasa