Kabut pagi masih menyelimuti sisa-sisa lumpur di Pidie Jaya, Aceh. Di tengah upaya bangkit dari banjir, ada secercah harapan datang dari pemerintah. Bantuan Dana Tunggu Hunian akhirnya mulai disalurkan oleh BNPB kepada warga yang rumahnya rusak parah. Bantuan ini jadi penyangga sementara, terutama bagi mereka yang belum punya tempat tinggal tetap.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, membeberkan datanya. Menurutnya, ada 27 kepala keluarga yang menerima bantuan ini.
"Sebanyak 27 kepala keluarga (KK) dari Desa Blang Awe, Manyang Cut, Beurawang, dan Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, tercatat sebagai penerima bantuan tersebut," jelas Abdul Muhari, Jumat (2/1/2026).
Mereka yang dapat bantuan ini saat ini hidup dalam kondisi serba darurat. Ada yang numpang di rumah saudara, ada pula yang terpaksa menyewa kontrakan dengan kondisi seadanya. Intinya, mereka masih menunggu. Menunggu proses pembangunan rumah permanen mereka benar-benar dimulai.
Proses penyerahannya sendiri sudah dilakukan Rabu (31/12) sore lalu, tepatnya pukul tiga sore. Acara berlangsung di Bank Syariah Indonesia Cabang Meureudu 2. Di sana, warga menerima buku rekening dan kartu ATM yang menjadi kunci bantuan mereka.
Artikel Terkait
Tiga Nyawa Melayang di Warakas, Mulut Berbusa dan Ruam Merah Jadi Petunjuk Awal
Demokrasi Terengah-engah, Ekonomi Merangkak: Potret Retak Pemerintahan Daerah
Dosen Gugat UU, Hak Hidup Layak Dipertaruhkan di Meja Hijau
Mobil Toyota Agya Meledak Jadi Bara di Halaman SMK Sragen