Gelombang isu tentang ijazah Presiden Joko Widodo ternyata tak hanya menyulut perdebatan publik. Kini, dua mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri, gerah. Mereka bahkan mempertimbangkan langkah hukum untuk membela diri.
Soalnya, belakangan ini santer beredar kabar bahwa isu tudingan ijazah palsu itu digerakkan oleh "orang besar" dengan agenda politik tertentu. Nah, beberapa pihak kemudian menuding SBY punya kepentingan. Mereka bilang, mantan presiden itu ingin mengangkat elektabilitas putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, untuk Pilpres 2029. Tak cuma SBY, Megawati pun ikut diseret-seret. Ada yang bilang dia sakit hati pada Jokowi pasca-Pilpres 2024.
Kabar itu, tentu saja, langsung ditanggapi oleh kedua kubu.
SBY: Cukup Terganggu, Somasi Menanti
Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, mengungkapkan SBY merasa sangat terganggu dengan isu yang menurutnya tak berdasar itu. Bahkan, SBY diduga sudah berkolaborasi dengan Megawati untuk memunculkan isu tersebut. Andi membantah keras.
"Saya bertemu dengan Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini," kata Andi dalam sebuah video yang diunggah Rabu lalu.
Dia menegaskan hubungan SBY dan Jokowi baik-baik saja. Tapi, kalau fitnah tak berhenti, SBY siap bertindak. "Kalau juga tidak dihentikan, ada kemungkinan Pak SBY akan mengambil langkah hukum dengan pertama memberikan somasi," tutur Andi.
Lebih jauh, Andi menyebut SBY kini sudah fokus ke hal lain di luar politik. "Hari-hari politik (di Partai Demokrat) kan sudah dipimpin oleh Mas AHY," katanya. SBY lebih banyak menekuni seni lukis dan mengurus klub voli Lavani.
Kader PDIP: Membela Megawati adalah Keharusan
Di sisi lain, posisi Megawati dan PDIP tak jauh berbeda. Mereka juga merasa dirugikan oleh tuduhan yang sama. Politikus PDIP, Guntur Romli, menyatakan dukungannya jika SBY menempuh jalur hukum. "Fitnah tersebut memang tidak bisa dibiarkan," ujarnya.
Artikel Terkait
GSBK Soroti Anggaran Souvenir DPRD DKI Rp12,9 Miliar, Desak Kejati Usut Tuntas
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Mengapung di Kali Grogol Depok
Prabowo Kepleset Tahun, Ucapkan Selamat 2021 di Malam 2026
Prabowo Buka Pintu Lebar: Silakan Bantu Korban Bencana Sumatera