Bisik-Bisik 10.000 Bitcoin dan Awan Kelabu The Fed di Ambang 2026

- Kamis, 01 Januari 2026 | 11:25 WIB
Bisik-Bisik 10.000 Bitcoin dan Awan Kelabu The Fed di Ambang 2026

Awal 2026 nanti, mungkin kita akan menyaksikan sebuah pergeseran diam-diam. Bayangkan saja, lebih dari 10.000 Bitcoin aset senilai hampir satu miliar dolar bergerak bukan untuk dijual, melainkan dikunci dalam penyimpanan dingin. Itu bukan aksi spekulasi biasa. Itu seperti isyarat dari para pemain besar yang memilih bersiap untuk jangka panjang, sebuah bisikan penuh arti di tengah hiruk-pikuk pasar.

Namun begitu, suasana hati pasar global masih sangat ditentukan oleh The Fed. Federal Reserve AS bersikukuh mempertahankan suku bunga tinggi, mungkin hingga kuartal pertama 2026. Keputusan itu bagai awan kelabu yang menggantung di atas aset-aset berisiko, tak terkecuali kripto. Narasi tahun depan akan diwarnai tarik-menarik sengit antara tekanan makro yang kejam dan gelombang adopsi institusional yang ternyata tak surut.

Perang di Sekitar 80.000 Dolar

Fyqieh Fachrur, Analis Tokocrypto, memantau semua ini lewat data on-chain. Menurutnya, level 80.000 dolar AS adalah benteng pertahanan krusial bagi Bitcoin.

“Bertahan di atas level itu pada penutupan bulanan adalah pencapaian psikologis penting,” katanya.

Tapi benteng itu sedang dikepung. Penjaga gerbangnya adalah investor institusi AS. Indikator seperti Coinbase Premium Index yang lama berkutat di zona negatif menunjukkan tekanan jual dari pihak itu masih kuat. “Selama sinyal itu belum hijau secara konsisten,” ujar Fyqieh, “pasar tetap rentan fluktuasi.”

Di sisi lain, ada secercah harapan. Aliran dana keluar dari ETF Bitcoin Spot mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Fyqieh membaca ini sebagai titik balik yang samar. Tekanan distribusi, katanya, tak lagi seganas dulu. Dalam sejarah Bitcoin, fase seperti ini kerap menjadi gerbang menuju konsolidasi yang lebih sehat sebelum melanjutkan langkah.

Godot Bernama The Fed

Semua orang kini menatap Washington DC. Risalah pertemuan FOMC dibedah setiap katanya. Skenario "higher for longer" untuk suku bunga ibarat angin sakal yang menerpa layar kapal, membatasi likuiditas yang jadi bahan bakar rally.

“Di awal 2026, risiko masih condong ke downside jika data inflasi dan tenaga kerja tak mendukung,” tegas Fyqieh.

Ia membedakan dengan cermat: tekanan ini berasal dari langit makroekonomi, bukan dari fundamental Bitcoin itu sendiri. Di tanah fundamental, justru tumbuh tunas-tunas baru: adopsi institusi yang makin nyata, penggunaan ETF yang matang, dan narasi Bitcoin sebagai safe-haven. Itulah yang membuat beberapa analis berani memandang jauh, memproyeksikan angka hingga 150.000 dolar AS di ujung tahun 2026.

Cerita tahun depan tentu bukan milik Bitcoin sendirian. Stablecoin diproyeksikan akan meledak, dengan pertumbuhan pasokan global bisa lebih dari 50%. Integrasinya ke sistem pembayaran sehari-hari dan dukungan regulasi akan mengubahnya dari sekadar alat di dalam ekosistem kripto menjadi jembatan nyata ke keuangan tradisional.

Regulasi sendiri sedang mencari bentuknya. Di AS ada Clarity Act, di Indonesia RUU P2SK sedang digodok. Banyak yang menganggap regulasi sebagai musuh, tapi Fyqieh punya pandangan lain.

“Kepastian hukum justru akan jadi fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan,” katanya.

Ini proses pendewasaan yang perlu dilalui, meski kadang berdarah-darah.

Titik Belok yang Menentukan

Jadi, 2026 akan menjadi tahun bagi mereka yang sabar dan jeli. Awal tahun mungkin masih volatile, dipenuhi ketegangan menunggu sinyal dari The Fed. Tapi pelan-pelan, ruang untuk pemulihan akan terbuka.

Kuncinya ada di dua level teknis. Menurut Fyqieh, penembusan di atas 105.000 dolar AS akan membuka jalan penguatan yang lebih luas. Sebaliknya, jika benteng 80.000 dolar jebol, koreksi yang lebih dalam dan panjang bisa terjadi.

Pada akhirnya, semua dinamika rumit ini suku bunga, arus institusi, sentimen hanya menunggu sebuah pemicu. Mungkin sebuah ledakan volume, berita regulasi mengejutkan, atau keputusan moneter yang tak terduga. Saat itulah labirin ini akan menemukan pintu keluar.

Pertanyaan besarnya tetap: akankah 2026 menjadi tahun dimulainya siklus bull market baru, atau hanya fase konsolidasi panjang sebelum badai berikutnya? Jawabannya belum tertulis. Tapi bisikan dari pergerakan 10.000 Bitcoin itu dan meredanya arus keluar ETF adalah petunjuk awal. Di balik ketegangan The Fed, arus bawah terus bergerak, menyiapkan panggung untuk babak berikutnya dalam revolusi digital ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar