Kajian Politik Merah Putih Soroti UU IKN dan DKJ: Pesanan China dan Penyerahan Jakarta ke Oligarki?
Pernyataan keras dilontarkan Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih. Ia melihat arah kebijakan negara belakangan ini justru mengancam kedaulatan Indonesia itu sendiri. Baginya, Indonesia adalah "lentera Ibu Pertiwi" yang dinyalakan dengan darah dan pengorbanan para pejuang.
Cahaya itu, katanya, kini meredup. Bukan karena perang, tapi karena bentuk penjajahan baru yang ia nilai lebih kejam dan terstruktur. Lebih sistematis.
Menurut Sutoyo, kewaspadaan para penguasa negara mulai luntur. Ia menuding Republik Rakyat China (RRT) punya strategi panjang. Semuanya, klaimnya, berawal dari penandatanganan 23 Nota Kesepahaman usai KTT Belt and Road Initiative di Beijing, April 2019 lalu. Dari situlah, katanya, penggilasan dan penguasaan dimulai.
Ia merujuk pada sebuah dokumen bernama Maklumat Yogyakarta. Di sana disebutkan bahwa Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) Nomor 3 Tahun 2022 bukanlah produk murni bangsa sendiri. "Itu UU pesanan dan tipuan RRT," tegasnya, "untuk menguasai Indonesia." Pengesahannya di Oktober 2023 dinilai sebagai langkah strategis menguasai Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Lalu, bagaimana dengan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) yang disahkan Jokowi pada April 2024? Sutoyo punya pandangan sinis. Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, dalam analisisnya, cuma kamuflase belaka. Sementara itu, Jakarta justru disulap jadi kawasan aglomerasi raksasa bersama Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Cianjur.
"Dalam Pasal 55 ayat 3 UU DKJ disebutkan Dewan Kawasan Aglomerasi dipimpin oleh Wakil Presiden. Sejak lahirnya UU tersebut, sama saja dengan penaklukan Ibu Kota Jakarta dan penyerahan kawasan aglomerasi Jabodetabekjur kepada taipan oligarki,"
Demikian penegasan Sutoyo pada Kamis pertama di tahun 2026.
Artikel Terkait
Prabowo Soroti Bor Air dan Tangki: Solusi Air Bersih Aceh Tamiang Ditilik Ulang
Rayap Besi di Sumut vs Aceh: Warga Ungkap Ironi Keamanan yang Terbalik
Prabowo Koreksi Istilah Uang Lelah untuk TNI: Tentara Tak Boleh Lelah
51 Warga Israel Dapat Lampu Hijau Masuk Indonesia, Bagaimana Bisa?