Isu tentang ijazah Presiden Joko Widodo, yang sudah bergulir bertahun-tahun, rupanya masih punya napas panjang. Menurut pengamat politik Effendi Gazali, kasus ini mungkin baru benar-benar tuntas satu dekade lagi. Ya, tahun 2035. Bahkan bisa merembet ke awal 2036.
Prediksi itu dia sampaikan dalam sebuah program diskusi di TVOne, akhir tahun lalu. Yang menarik, Effendi mengaku pernah berdiskusi dengan Mahfud MD, mantan Menkopolhukam.
"Saya pernah tanya di acara resmi yang tayang di televisi: menurut 'Prof. Mahfud kapan selesainya kasus ijazah ini?' Saya enggak menyebut ijazah palsu, tapi ijazah Pak Jokowi ya kan," ujar Effendi.
"Lalu dia balik bertanya, 'Kalau menurut Pak Effendi kapan?'"
Effendi pun menjawab, 2035. Alasannya, kasus seperti ini sangat terikat dengan dinamika politik. Dia ambil contoh kasus serupa yang menjerat seorang wakil gubernur, yang proses hukumnya sangat dipengaruhi situasi politik lokal.
Lalu, bagaimana tanggapan Mahfud?
"Nah, saya balik bertanya kalau 'menurut Prof. Mahfud MD kapan?' Bagus loh jawabannya," kata dosen UI itu.
"'Saya kira saya sependapat, ee, mungkin awal 2036', katanya."
Dari situ, Effendi menyimpulkan bahwa harapan kasus ini selesai tahun 2026 lewat proses persidangan di Jakarta dan Solo, tampaknya sulit tercapai. Malah, sidang-sidang itu justru akan memberi "nafas" baru bagi isu ini hingga akhir 2035. Soalnya, ini bukan cuma masalah akademis murni, tapi lebih pada soal goodwill atau kehendak baik.
Prediksi Effendi ini terdengar punya dasar. Dia menyitir pernyataan Roy Suryo yang pernah bilang siap menghentikan kasus ijazah Jokowi, tapi kasus yang melibatkan Gibran? Itu cerita lain.
"Nah, jadi maksud saya kok ada kalimat gitu ya," pungkas Effendi. "Jadi rupanya ini ada anak-anak (kasus). Sebagai ilmuwan, saya masih ada kelanjutannya nih."
Artikel Terkait
Prabowo Minta Maaf ke Daerah Lain, Fokus Kunjungan ke Aceh Tamiang
Prabowo Tinjau Aceh Tamiang, Rapat Darurat Bencana Tersela Kumandang Azan
Ribuan Warga Serbu Ragunan, Awali 2026 dengan Kumpul Keluarga dan Sepeda Santai
Prabowo Tinjau Langsung 15 Ribu Hunian Korban Bencana di Aceh Tamiang