Nah, soal penyaluran, Pramono memastikan semuanya akan dikelola dengan transparan. Pemprov DKI akan berkolaborasi dengan Baznas, badan yang sudah punya pengalaman dalam hal ini. Mekanisme serupa ternyata sudah beberapa kali digunakan.
"Kami pun tak hanya menunggu. Pagi tadi saja, kami sudah memberangkatkan dua unit instalasi air dan sepuluh truk tangki air langsung ke wilayah terdampak," tuturnya, menekankan bahwa bantuan tak melulu soal uang.
Di sisi lain, Pramono benar-benar mengapresiasi respons masyarakat. Perayaan malam itu berjalan lancar tanpa insiden berarti, berkat kedewasaan warganya.
"Dukungan publik luar biasa. Ini mencerminkan empati dan kedewasaan masyarakat Jakarta yang plural," ucapnya.
Ke depannya, format perayaan seperti ini akan dievaluasi. Tapi satu hal yang pasti, bagi Pramono dan Wakilnya, Rano Karno, momen pergantian tahun bukan alasan untuk berhenti bekerja. Justru sebaliknya, itu adalah waktu untuk terus mengabdi.
Acara resmi sendiri berakhir pukul 01.00 WIB. Namun, untuk memastikan semua orang pulang dengan selamat, layanan transportasi publik masih berjalan hingga pukul 02.00 WIB. Khusus Transjakarta di koridor utama, operasi 24 jam tetap dijaga. Semua demi satu tujuan: masyarakat bisa sampai di rumah dengan tertib dan aman, membawa harapan baru di tahun 2026.
Artikel Terkait
Di Balik Sapuan Pagi: Kisah Petugas PPSU yang Bekerja dengan Perut Kosong
Seniman Angkat Kaki, Kennedy Center Berganti Nama dalam Kontroversi Politik
Happy New Clear 2026: Rizal Fadillah Ramal Badai Politik dan Titik Balik bagi Gibran
Jakarta Bernapas Lega: Pagi Pertama 2026 di Tengah Jalanan yang Sepi