Maknanya jelas. Hanya ada dua akhir bagi jalan ini, dan keduanya dianggap mulia. Menang, atau gugur sebagai syahid. Titik. Tidak ada pilihan ketiga yang perlu dibahas.
Nah, video di atas ini dirilis baru-baru ini oleh Al-Qassam. Ini jadi pernyataan pertama mereka setelah kabar duka tentang syahidnya Abu Ubaidah sendiri beredar. Isinya? Justru menguatkan kembali pesan sang juru bicara yang sudah tiada itu.
Lebih dari itu, video tersebut seolah ingin menegaskan sebuah prinsip dalam tubuh Hamas dan sayap militernya. Prinsipnya sederhana tapi berat: para pemimpin harus berada di garis terdepan. Mereka yang mempersembahkan syuhada pertama kali, baru kemudian diikuti oleh para prajuritnya.
Jadi, pesan terakhir Abu Ubaidah itu bukan cuma slogan. Ia seperti warisan, sebuah mantra yang terus bergema, mengingatkan semua pihak tentang hakikat perjuangan yang mereka klaim.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Tegaskan Anggaran Sewa Helikopter Rp 2 Miliar Belum Direalisasi
Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek
Kebocoran Diduga Picu Ledakan dan Kebakaran di SPBE Cimuning Bekasi
Aturan Larangan Ponsel di Sekolah Makassar Picu Pro-Kontra di Kalangan Siswa