Di tengah lalu lintas yang tak pernah sepi di ruas jalan Solo-Sukoharjo, terselip sebuah pemandangan yang tak biasa: sebuah makam kecil tepat di tepi trotoar. Bagi yang tak tahu, pasti akan mengernyitkan dahi. Makam dengan nisan hitam itu menghadap utara-selatan, bertahan di tengah deru kendaraan yang lalu lalang.
Yang menarik, di bagian depannya terpahat tulisan aksara Jawa. Keberadaannya sudah jauh lebih tua daripada jalan raya itu sendiri. Menurut cerita yang beredar turun-temurun, ini bukan makam sembarangan. Konon, di sinilah dimakamkan kucing kesayangan Sinuhun Pakubuwono X dari Kasunanan Surakarta.
Wahyudi, seorang warga berusia 56 tahun, masih ingat betul bagaimana dulu kondisi tempat ini. "Dulu makamnya ada di tengah perkampungan," ujarnya, ditemui akhir pekan lalu.
"Tapi sejak ada proyek pelebaran jalan, rumah-rumah warga banyak yang tergeser. Makamnya sendiri tidak diganggu, hanya sekarang posisinya jadi persis di pinggir jalan. Yang berubah itu jalannya, bukan makamnya."
Meski punya latar belakang yang sedikit mistis, Wahyudi mengaku tak pernah ada kejadian aneh atau mengganggu di sekitar makam itu. Warga justru menghormatinya.
"Secara tidak langsung, kami ikut menjaganya. Soalnya ini kan ada nilai sejarahnya, sebagai kenangan dari zaman dulu," tambahnya.
Cerita dari dalam keraton punya versi yang lebih detail. Menurut KGPH Puger, kerabat Keraton Surakarta, kucing itu bernama Nyai Sembro. Namanya itulah yang tertera pada aksara Jawa di nisan sebelah selatan.
"Itu adalah kucing klangenan, atau kesayangan, Sinuhun PB X. Jenisnya kucing Persia," jelas Puger.
Setiap raja, lanjutnya, punya hewan kesayangan masing-masing. Dan PB X memang sangat menyukai kucing. Kucing Persia khusus itu punya sebutan lain: candramawa. Konon, selain matanya yang bersinar terang, hewan ini punya kemampuan yang unik.
"Katanya, kalau dia memandang cicak, cicaknya bisa jatuh dengan sendirinya," tuturnya.
Dulu, lokasi itu sebenarnya adalah area pemakaman umum untuk hewan-hewan. Namun, seiring waktu dan pembangunan yang terus merangsek, hanya makam Nyai Sembro-lah yang tersisa. Sebuah sisa cerita dari masa lalu, yang bertahan di pinggir jalan yang sibuk.
Artikel Terkait
Benjamin Sesko Selamatkan MU dari Kekalahan dengan Gol Injury Time Lawan West Ham
Satgas Cartenz 2026 Amankan Senjata Rakitan di Rumah Kosong Yahukimo
Manchester United Hadapi Ujian Mental di London Stadium Lawan West Ham
Mentan: Kolaborasi dengan Polri Kunci Ketahanan Pangan Nasional