Cerita dari dalam keraton punya versi yang lebih detail. Menurut KGPH Puger, kerabat Keraton Surakarta, kucing itu bernama Nyai Sembro. Namanya itulah yang tertera pada aksara Jawa di nisan sebelah selatan.
"Itu adalah kucing klangenan, atau kesayangan, Sinuhun PB X. Jenisnya kucing Persia," jelas Puger.
Setiap raja, lanjutnya, punya hewan kesayangan masing-masing. Dan PB X memang sangat menyukai kucing. Kucing Persia khusus itu punya sebutan lain: candramawa. Konon, selain matanya yang bersinar terang, hewan ini punya kemampuan yang unik.
"Katanya, kalau dia memandang cicak, cicaknya bisa jatuh dengan sendirinya," tuturnya.
Dulu, lokasi itu sebenarnya adalah area pemakaman umum untuk hewan-hewan. Namun, seiring waktu dan pembangunan yang terus merangsek, hanya makam Nyai Sembro-lah yang tersisa. Sebuah sisa cerita dari masa lalu, yang bertahan di pinggir jalan yang sibuk.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Samin Tan Tersangka, Pengamat Desak Penelusuran ke Oknum Aparat
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar
Polisi Amankan Pria Diduga Perkosa Kekasihnya yang Masih Siswi SMP di Makassar
Sistem Satu Arah Cipali Picu Macet Parah 3 Km di Pantura Cirebon