Warga Murka Bakar Truk Kayu, Protes Banjir yang Tak Kunjung Usai

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 20:50 WIB
Warga Murka Bakar Truk Kayu, Protes Banjir yang Tak Kunjung Usai

Video itu menyebar cepat, bikin heboh. Sebuah truk pengangkut kayu gelondongan dilalap api, dibakar massa yang emosinya sudah memuncak. Adegan dramatis ini viral di media sosial, menggambarkan ledakan kemarahan warga yang katanya sudah muak jadi korban banjir.

Lokasinya diduga di Sumatera, meski titik pastinya masih simpang siur.

Dalam rekaman yang beredar, suasana terlihat mencekam. Massa berkerumun, teriakan-teriakan terdengar. Beberapa orang tampak mengamati, sementara yang lain dengan gerakan tangan penuh amarah menyaksikan kobaran api menghanguskan kendaraan besar itu. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, memberi kesan kuat tentang sebuah aksi putus asa.

Banyak yang bilang, ini adalah "ledakan amarah yang nggak bisa dibendung lagi".

Menurut cerita warga setempat, truk itu diduga membawa kayu hasil tebangan dari kawasan hulu. Nah, daerah hulu ini kan seharusnya jadi penyangga, penahan air. Tapi aktivitas penebangan entah legal atau nggak diyakini telah merusak fungsi resapan tanah itu.

Akibatnya, saat hujan deras datang, air langsung meluncur deras ke bawah. Banjir pun jadi langganan, bahkan makin parah dari tahun ke tahun. Situasi inilah yang akhirnya memicu luapan frustrasi mereka. Warga merasa suaranya tak pernah didengar, sementara kerusakan terus berlangsung dan bencana datang berulang.

Aksi bakar truk ini sebenarnya nggak direncanakan. Murni luapan emosi yang sudah menumpuk. Bagi mereka, truk itu adalah simbol nyata dari kerusakan lingkungan yang menghancurkan hidup mereka. Rumah rusak, harta benda hanyut, dan ketakutan yang terus berulang.

Di sisi lain, pihak kepolisian pun bergerak cepat. Mereka tiba di lokasi untuk mengamankan situasi dan menenangkan warga. Untungnya, kata polisi, nggak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Penyelidikan sekarang sedang digelar. Fokusnya, apakah kayu yang diangkut itu hasil pembalakan liar atau bukan. Beberapa saksi juga diperiksa untuk mengurai kronologi kejadian yang sebenarnya.

Harapan warga jelas: pemerintah harus buka mata. Selama penebangan di hulu nggak ditertibkan dengan tegas, ancaman banjir akan terus seperti hantu yang mengintai. Peristiwa ini harus jadi alarm keras buat pihak berwenang untuk ambil tindakan serius soal tata kelola lingkungan.

Di dunia maya, perdebatan masih panas. Ada yang mendukung aksi warga, melihatnya sebagai bentuk protes yang terpaksa. Tapi tak sedikit juga yang mengkritik, khawatir dengan budaya main hakim sendiri.

Namun begitu, satu hal yang nggak bisa dipungkiri: video ini berhasil menyulut kembali diskusi penting tentang kerusakan hutan, banjir, dan jeritan masyarakat yang selama ini cuma jadi bisikan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar