Di akhir pernyataannya, HRS kembali menegaskan poin utamanya. Menetapkan status bencana, baginya, adalah langkah strategis, bukan aib.
"Jadi sekali lagi, menetapkan Bencana Nasional nggak usah malu."
Lalu, dengan penekanan yang kuat, ia menambahkan, "Kalau ngutang boleh malu!"
Pernyataan ini langsung memantik perbincangan hangat di media sosial. Sebuah cuplikan video yang memuat pernyataan lengkapnya pun ramai dibagikan.
Di Twitter, salah satu akun menyebarkan video tersebut dengan caption yang bernada dukungan. "HRS dari dulu istiqamah kaya gini," tulis seorang netizen. "Kalo sekarang kalian ngerasa beliau benar dan lebih waras, itu karena dulu kalian masih kesirep sama narasi-narasi yang dibangun buzzer-nya."
Komentar-komentar seperti itu menunjukkan bagaimana pernyataan HRS bukan sekadar kritik, tapi juga menyentuh memori politik sebagian publik. Isu bencana ini, di sisi lain, semakin menyoroti celah antara narasi resmi dan realitas pahit yang dialami korban.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Samin Tan Tersangka, Pengamat Desak Penelusuran ke Oknum Aparat
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar
Polisi Amankan Pria Diduga Perkosa Kekasihnya yang Masih Siswi SMP di Makassar
Sistem Satu Arah Cipali Picu Macet Parah 3 Km di Pantura Cirebon