Yang lebih parah, dia menggunakan akun surel Kamila untuk mengirim ancaman-ancaman itu. Dia pun berpura-pura menjadi Kamila. Salah satu sekolah yang jadi target adalah almamater Kamila dulu.
"Motif dari tersangka untuk melakukan penteroran ataupun tindak pidana ini adalah tersangka merasa kecewa karena memang yang bersangkutan sempat berpacaran, yaitu Saudara H dan Saudari Kamila ini sempat berpacaran di tahun 2022," jelas Kompol Made Oka.
Ceritanya tak berhenti di situ. Rupanya, lamaran Hylmi kepada Kamila pun ditolak mentah-mentah oleh keluarga perempuan itu.
"Kemudian sempat juga keluarga besar dari Saudara H melamar tapi ditolak karena memang Saudara H sering melakukan teror kepada atau pun pengancaman, bukan hanya ke yang bersangkutan atau Saudari Kamila, tapi sampai juga kita mendapatkan bukti bahwa menteror ke kampus tempat Saudari Kamila berkuliah," tambah Made.
Jadi, ini bukan sekadar aksi spontan akibat patah hati. Polisi melihat ada pola pengancaman yang sudah berlangsung sebelumnya, yang akhirnya memuncak pada teror massal ke sekolah-sekolah itu.
Artikel Terkait
Vinicius dan Camavinga Santai Berbincang Usai Prancis Kalahkan Brasil
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton
Timnas Indonesia Hancurkan Saint Kitts dan Nevis 4-0, Lolos ke Final FIFA Series 2026
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS