Prediksi Jokowi Soal Ijazah Terbukti: Diperlihatkan Pun Tak Selesai

- Kamis, 25 Desember 2025 | 17:25 WIB
Prediksi Jokowi Soal Ijazah Terbukti: Diperlihatkan Pun Tak Selesai

Ramai-ramai Soal Ijazah, Prediksi Jokowi Ternyata Tepat

Meski dokumen sudah ditunjukkan ke publik, perdebatan tak kunjung reda. Seperti yang sudah diduga presiden.

Polemik ijazah Presiden Joko Widodo kembali menghangat. Kali ini, sorotan bukan cuma pada dokumennya, tapi pada sebuah prediksi yang dulu diucapkan Jokowi sendiri. Ternyata, ucapannya itu kini terlihat sangat relevan.

Menurut Mardiansyah Semar dari Rampai Nusantara, Jokowi sudah memperkirakan bahwa masalah ini tak akan selesai hanya dengan memamerkan ijazah. Prediksi itu disampaikan dalam sebuah pertemuan tertutup berdua, yang berlangsung hampir dua jam.

Namun begitu, pembicaraan soal ijazahnya sendiri sangat singkat. Hanya sekitar 50 detik.

"Berapa hari lalu saya ketemu dengan Pak Jokowi. Berdua saja... Dari hampir 2 jam saya bicara dengan Pak Jokowi, cuma sekitar 50 detik dia berbicara soal ijazah," ujar Mardiansyah, seperti dikutip dari sebuah tayangan YouTube.

Kalimat presiden waktu itu cuma satu. "Kan saya sudah duga," katanya sambil senyum, "pasti (ijazah saya) diperlihatkan pun juga tidak akan menyelesaikan persoalan." Setelah itu, topik ijazah tak disentuh lagi.

Dan kenyataannya? Prediksi itu seperti jadi kenyataan.

Polda Metro Jaya memang sudah menggelar perkara khusus dan memperlihatkan ijazah tersebut pada pertengahan Desember lalu. Tapi langkah itu, alih-alih meredakan, justru memicu gelombang pertanyaan baru. Beberapa pihak, terutama dari kubu Roy Suryo, masih meragukan keasliannya.

Rismon Sianipar, salah satu tersangka dalam kasus ini, punya sejumlah catatan. Ia mengaku melihat kejanggalan hanya dengan mata telanjang.

"Dari sejumlah pengamatan kami meskipun kami lakukan dengan mata telanjang, itu ada sejumlah kejanggalan," kata Rismon.

Ia menyoroti garis lurus di bagian kiri ijazah dan beberapa bintik noda hitam yang diyakininya sebagai cacat dari proses cetak digital. "Itu saya kira itu cacat printing," imbuhnya.

Di sisi lain, pandangan bahwa menunjukkan ijazah tak akan menyudahi polemik juga diamini oleh sejumlah ahli hukum. Febby Mutiara Nelson, ahli hukum pidana UI, menyebut pembuktian administratif di ruang publik bukanlah akhir cerita.

"Sebenarnya menunjukkan ijazah itu juga tidak menyelesaikan masalah menurut saya, karena ijazah yang ditunjukkan itu bisa palsu, bisa juga tidak," kata Febby.

Ia bahkan membayangkan perdebatan bisa merembet ke hal teknis. "Nanti diperdebatkan lagi nih kertasnya baru atau lama, kemudian jenis kertasnya dan segala macam."

Pendapat serupa datang dari kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan. Ia mengaku sudah memprediksi respons seperti ini sejak awal. Bahkan, timnya pernah mengonfirmasi langsung ke pihak Roy Suryo. Jawabannya kurang lebih: kalau asli, selesai. Kalau palsu, lanjut lagi.

Jadi, situasinya sekarang seperti lingkaran. Ijazah sudah ditunjukkan, tapi keraguan tetap ada. Persis seperti yang dibayangkan Jokowi dalam pertemuan singkat itu. Polemik ini, rupanya, lebih rumit dari sekadar selembar kertas.

Disarikan dari berbagai sumber berita.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar