Tak ada dentuman warna-warni di langit malam tahun baru kali ini. Pemerintah Jawa Timur memutuskan untuk menghentikan tradisi pesta kembang api pada perayaan 2026 nanti. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas atas musibah yang sedang menimpa masyarakat di Sumatera dan Aceh.
Adhy Karyono, Sekretaris Daerah Jawa Timur, mengonfirmasi hal ini. Menurutnya, fokus perayaan tahun baru kali ini akan dialihkan ke kegiatan yang lebih bernuansa doa dan keprihatinan.
"Kalau kami hanya ada untuk urusan kita bersalawat tanggal 30 malam di Islamic Center (Surabaya) karena kita sedang musibah," ujar Adhy, Selasa lalu.
Ia menegaskan, suasana perayaan haruslah lebih khidmat dan penuh empati.
Tak hanya di level provinsi, imbauan serupa juga disampaikan kepada seluruh pemimpin daerah di Jatim. Adhy berharap bupati dan wali kota bisa menyesuaikan acara di wilayahnya masing-masing.
"Tentu ini juga mengimbau kepada bupati, wali kota di dalam perayaan tahun baru ini tidak terlalu menunjukkan pesta rakyat tapi mungkin untuk bisa berempati dengan musibah yang ada di Sumatera dan Aceh," jelasnya.
Jadi, alih-alih hingar-bingar dan kemeriahan, yang akan terdengar adalah lantunan doa. Langkah ini diharapkan bisa mengingatkan semua orang bahwa di saat yang sama, banyak saudara di bagian lain negeri ini yang sedang berduka dan membutuhkan dukungan.
Artikel Terkait
BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Naik 15,79% pada Awal 2026
Makassar Waspada Hujan Ringan Sepanjang Hari, Sejumlah Daerah di Sulsel Berpotensi Hujan Sedang
KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terkait Suap Percepatan Eksekusi Lahan
Australia dan Indonesia Sepakati Traktat Keamanan Bersama Usai Pertemuan Albanese-Prabowo