Hi!Pontianak - Acara di Aula Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Senin (22/12/2025) lalu, berlangsung cukup singkat namun penuh makna. Di sana, Bupati Mempawah Erlina secara resmi menyerahkan sertifikat lahan seluas 234.558 meter persegi hampir 24 hektar untuk proyek Sekolah Unggulan Garuda.
Dokumen penting itu langsung diterima oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Tak lama berselang, giliran Wamendikti Saintek, Fauzan, yang menerima penyerahan tahap akhir. Proses serah terima itu berjalan lancar, menandai dimulainya babak baru untuk pendidikan di daerah ini.
Dalam sambutannya, Erlina tak menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, terpilihnya Mempawah sebagai lokasi sekolah unggulan adalah sebuah kehormatan.
"Pemkab Mempawah punya komitmen kuat untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Caranya ya lewat pembangunan dan pemerataan fasilitas di berbagai kecamatan," ungkap Erlina.
Menurutnya, upaya konkret semacam ini diharapkan bisa mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah. "Ini langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat kita di Kabupaten Mempawah," tambahnya. Harapannya, sekolah ini nantinya bakal jadi motor penggerak pendidikan unggul, memberi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan tentu saja, para generasi muda.
Erlina juga melihat proyek ini punya visi yang lebih luas. Ia meyakini pembangunan sekolah ini bisa menjadi salah satu solusi untuk pemerataan pendidikan di tanah air, terutama dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
Lokasi pembangunannya sendiri sudah ditetapkan oleh Kemendikti Saintek, yaitu di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. Rencananya, pembangunan fisik akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.
Di sisi lain, dukungan tak cuma datang dari pemerintah kabupaten. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, melalui Gubernur Ria Norsan, juga berjanji akan memberikan dukungan penuh. Bentuknya bisa berupa penyediaan fasilitas pendukung dan berbagai penunjang lain yang diperlukan. Kerja sama ini diharapkan bisa memperlancar seluruh proses, dari pembangunan hingga operasional sekolah nantinya.
Artikel Terkait
Islah Bahrawi Tolak Wacana Polri Dibawah Kementerian, Desak Tetap di Bawah Presiden
Pandji Pragiwaksono Jalani Klarifikasi di Polda Metro Terkait Laporan Penistaan Agama
Relawan Peringatkan Love Scam Kini Incar Anak SD dan Perempuan Berpendidikan
Muzani Serukan Dukungan Dua Periode untuk Presiden Prabowo di HUT Gerindra