Di sisi lain, respons positif ini juga diamini oleh Ketua PPMB Unair, Dr. Achmad Solihin. Ia menyebut jumlah peserta tahun ini melonjak hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu.
“Peserta OSA tahun ini luar biasa. Animonya meningkat signifikan karena OSA menjadi ajang berkompetisi sekaligus kesempatan meraih golden ticket Unair. Tahun lalu, banyak peserta OSA yang meraih kategori gold dan lolos golden ticket. Mudah-mudahan tahun ini juga demikian,” ungkapnya.
Secara teknis, format OSA 2025 tak banyak berubah. Materi ujian tetap terbagi dua: Sains Teknologi dan Sosial Humaniora. Penilaian per mata pelajaran menghasilkan kategori gold, silver, bronze, dan honorable mention yang tercantum di sertifikat. Sertifikat ini nantinya bisa dipakai untuk mendukung pendaftaran lewat SNBP atau jalur mandiri Unair.
Tapi ada juga kejutan baru. Tiga peserta dengan skor tertinggi di tiap kategori akan dapat hadiah uang tunai. Semua peserta juga dapat merchandise stiker logo OSA sebagai kenang-kenangan.
Ke depan, Dr. Solihin punya rencana. Ia sedang mengkaji kemungkinan mengadakan OSA secara daring. Tujuannya jelas: menjangkau lebih banyak pelajar di pelosok Indonesia.
“Kami akan mengkaji penyiapan infrastruktur OSA secara online agar jangkauannya semakin luas,” pungkas Solihin.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral