Kondisi pengungsi bencana di Sumatera mulai memprihatinkan. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono melaporkan, sejumlah warga sudah terjangkit demam dan bahkan tifus. Keluhan lain yang banyak muncul adalah masalah kulit yang gatal-gatal.
Dante menyampaikan hal itu saat jumpa pers di Balai Kota Jakarta, Jumat lalu. Suasana saat itu terlihat cukup serius.
"Ini sudah mulai ada yang gatal-gatal," ujarnya, menjelaskan situasi di lapangan. "Ada yang sudah banyak yang demam, sudah banyak yang sakit tifus, dan sebagainya."
Menghadapi situasi ini, Kemenkes tak tinggal diam. Mereka menjalankan setidaknya empat langkah strategis. Pertama, fokus pada penanganan korban luka-luka secara langsung. Itu yang paling utama.
Strategi kedua, berusaha menghidupkan kembali layanan kesehatan yang lumpuh atau tak berfungsi pascabencana. Lalu, bantuan obat-obatan dan perlengkapan medis habis pakai juga terus dikirim agar stok di daerah tidak kosong.
Yang tak kalah penting adalah soal tenaga.
"Keempat adalah mobilisasi tenaga kesehatan dari pusat ke daerah-daerah tersebut," jelas Dante. Dengan begitu, pelayanan untuk warga terdampak diharapkan bisa lebih optimal.
Di sisi lain, koordinasi intensif terus berjalan. Pihak Kemenkes rutin berkomunikasi dengan kepala dinas kesehatan di daerah. Menurut Dante, ada 50 kabupaten dan kota yang terdampak dan perlu dipantau ketat.
"Di tiga provinsi tersebut, 50 di antaranya terdampak dan kita selalu melakukan evaluasi setiap hari," tegasnya. Evaluasi harian ini dianggap kunci untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan yang cepat berubah di lapangan.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu