Gambarannya benar-benar suram. Akhir November lalu, banjir bandang dan tanah longsor menghantam tiga provinsi di Sumatera Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bencana ini tak main-main, langsung meluluhlantakkan apa saja yang dilewatinya. Rumah-rumah warga, jalan, jembatan, hingga hamparan hijau vegetasi, semuanya rusak parah.
Nah, bukti kehancuran itu kini terekam jelas lewat foto satelit. Citra yang diambil di Aceh dan Sumatera Utara menunjukkan perubahan drastis lanskap wilayah terdampak.
Sebelumnya, daratan terlihat hijau dan tertata. Setelah diterjang banjir? Semua berubah total. Yang ada cuma genangan lumpur luas, air keruh, serta material-material sisa bencana yang berserakan. Kontrasnya sangat mencolok dan bikin hati miris.
Di sisi lain, upaya pencarian dan evakuasi masih terus digenjot. Menurut informasi terbaru per Selasa (2/12) sore, tepatnya pukul 16.00 WIB, angka korban jiwa sudah mencapai 753 orang. Sementara itu, 526 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Tim SAR tak kenal lelah. Mereka bilang, akses ke wilayah-wilayah yang semula terisolasi mulai terbuka. Ini tentu memungkinkan pencarian dilakukan lebih intensif.
Lantas, apa pemicu bencana sekelas ini? Semua merujuk pada cuaca ekstrem yang melanda kala itu. Badai siklon Senyar disebut-sebut sebagai biang kerok di balik musibah yang menyatukan duka ketiga provinsi tersebut.
Artikel Terkait
Tiga Terdakwa Korupsi Dana JKN RSUD Syekh Yusuf Gowa Divonis Bebas
Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, BULOG Catat Rekor Sejarah Pasokan Dalam Negeri
Napi Pembunuh Siswa SMK 4 Semarang Positif Narkoba, Dipindahkan ke Nusakambangan
PERHEPI Sulsel Apresiasi Capaian Kementan: Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton