Kabar baik datang dari MUI Pusat. Mereka baru saja mengangkat K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, atau yang akrab disapa Kyai Zaitun, untuk mengisi posisi strategis sebagai Ketua Bidang Ukhuwah.
Menurut saya, pilihan ini sangat tepat. Dan klaim ini sama sekali tidak berlebihan, setidaknya karena dua hal.
Pertama, secara pribadi, beliau adalah sosok yang sangat getol membicarakan persatuan Islam. Antusiasmenya dalam urusan kaum Muslimin benar-benar terasa. Beliau gemar menjalin silaturahmi dengan berbagai tokoh dan selalu berusaha untuk tidak memperuncing perbedaan-perbedaan furu'.
Saya masih ingat jelas sebuah momen belasan tahun silam di Makassar.
Di hadapan ribuan kader Wahdah Islamiyah, dengan suara tegas dari atas mimbar, beliau berpesan, "Jangan selalu mau kelihatan berbeda dengan masyarakat secara umum. Apa yang bisa dikompromikan, maka kompromikan."
Alasan kedua berkaitan dengan posisi kelembagaannya. Kyai Zaitun adalah Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah. Sesuai namanya, ormas ini memang punya komitmen kuat untuk mewujudkan ukhuwah atau persatuan. Itu sebabnya, selama ini Wahdah dikenal sangat terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi dan kelompok Islam mana pun.
Artikel Terkait
Solidaritas Bogor Sapa Aceh Tamiang, Huntara hingga Musala Tiba untuk Korban Bencana
Anjing Liar Teror Kambing Warga Tobayan, Empat Ekor Tewas dalam Dua Bulan
Dari 2.491 Kali Ditolak Jadi Rebutan 12.000 Perusahaan, Pria Ini Pilih Pulang Kampung
KPK Kantongi Rp 100 Miliar dari Travel Haji, Dugaan Korupsi Kuota Mencapai Triliunan