Kabar baik datang dari MUI Pusat. Mereka baru saja mengangkat K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, atau yang akrab disapa Kyai Zaitun, untuk mengisi posisi strategis sebagai Ketua Bidang Ukhuwah.
Menurut saya, pilihan ini sangat tepat. Dan klaim ini sama sekali tidak berlebihan, setidaknya karena dua hal.
Pertama, secara pribadi, beliau adalah sosok yang sangat getol membicarakan persatuan Islam. Antusiasmenya dalam urusan kaum Muslimin benar-benar terasa. Beliau gemar menjalin silaturahmi dengan berbagai tokoh dan selalu berusaha untuk tidak memperuncing perbedaan-perbedaan furu'.
Saya masih ingat jelas sebuah momen belasan tahun silam di Makassar.
Di hadapan ribuan kader Wahdah Islamiyah, dengan suara tegas dari atas mimbar, beliau berpesan, "Jangan selalu mau kelihatan berbeda dengan masyarakat secara umum. Apa yang bisa dikompromikan, maka kompromikan."
Alasan kedua berkaitan dengan posisi kelembagaannya. Kyai Zaitun adalah Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah. Sesuai namanya, ormas ini memang punya komitmen kuat untuk mewujudkan ukhuwah atau persatuan. Itu sebabnya, selama ini Wahdah dikenal sangat terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi dan kelompok Islam mana pun.
Di internal, para kadernya dididik untuk punya loyalitas tapi tidak fanatik buta. Taasub adalah hal yang dihindari. Memang, perbedaan dengan ormas lain itu hal yang wajar, tapi sikap yang diajarkan adalah menyikapinya secara proporsional. Perbedaan ijtihadiyah diterima dengan lapang, sementara hal-hal yang lebih prinsipil didiskusikan dengan cara yang baik tanpa sikap saling menyalahkan atau vonis yang gegabah.
Karena karakter dasarnya yang seperti ini, Wahdah memang tidak cocok bagi mereka yang kaku dan keras. Beberapa mungkin pernah datang, tapi pada akhirnya akan menepi sendiri. Sebab, di sini Anda tak akan menemui praktik beragama yang kaku. Tak ada tahzir berlebihan, apalagi vonis sesat untuk mereka yang punya pendapat berbeda.
Selamat, Kyai Zaitun. Di berbagai penjuru negeri, murid-muridmu mendoakan yang terbaik, semoga Allah senantiasa menjagamu. Semoga cita-cita persatuan Islam yang kau usung lewat nama organisasimu, Wahdah Islamiyah, bisa benar-benar terwujud lewat langkah-langkah nyatamu.
Amin.
(M Yamin Saleh)
Artikel Terkait
Mendikdasmen Kunjungi Pulau Arar, Pastikan Pendidikan Merata hingga Wilayah Terpencil Papua
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan NTT, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari, Waspada Potensi Hujan Petir di Sulsel
Tukang Kelet Hewan Kurban Meninggal saat Bertugas di Salatiga, Diduga Kena Serangan Jantung