Kemendagri, lanjut Tito, siap membantu menyosialisasikan juknis tersebut ke daerah. Nantinya, progres Satgas akan dipantau bersama. Harapannya, program ini bisa berjalan efektif dan efisien.
Di sisi lain, Tito juga menyoroti perkembangan digital di daerah. Saat ini, banyak Pemda yang sudah membangun aplikasi untuk mempermudah layanan publik. Sayangnya, kebanyakan masih berjalan sendiri-sendiri. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah pusat telah membangun aplikasi e-government yang bertugas menghubungkan aplikasi-aplikasi daerah. Tujuannya jelas: agar layanan publik lebih terintegrasi dan mudah diakses.
"Jadi, andalan kita ya BSSN," tegas Tito. Ia berharap BSSN bisa memimpin pemanfaatan teknologi informasi, termasuk mengamankan proses digitalisasi yang sedang berjalan.
Acara itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat penting. Di antaranya Kepala Balai Besar Sertifikasi Elektronik BSSN Jonathan G. Tarigan, Deputi III BSSN Sulistyo, Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, dan Direktur Utama TMII Ratri Paramita. Dari Kemendagri, hadir pula Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi, Dirjen Bina Adwil Safrizal ZA, serta Muhammad Nuh Al Azhar dari Ditjen Dukcapil.
Artikel Terkait
Pemerintah Segera Cairkan Kompensasi untuk Korban Banjir Sumatera
Mengapa Kita Merasa Bersalah Saat Hanya Ingin Berhenti Sejenak?
Prabowo Bentuk Satgas Khusus, Fokuskan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
Prasetyo Hadi: Kritik Biasa, Tapi Teror Bukan Cara Dewasa