BEIRUT - Dua warga sipil Lebanon dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di wilayah selatan negara itu pada Selasa (18/11), meskipun gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah tengah berlaku.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi satu orang tewas setelah sebuah mobil di kota Bint Jbeil menjadi sasaran serangan drone Israel. Dalam pernyataan resmi, pihak kementerian menyatakan korban kedua juga tewas dalam insiden serupa yang menargetkan kendaraan di desa Blida.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas militer Israel belum memberikan tanggapan atas dua serangan tersebut. Upaya untuk memperoleh konfirmasi dari pihak terkait belum membuahkan hasil.
Insiden terbaru ini terjadi hanya dua hari setelah Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan seorang pria tewas dalam serangan Israel di selatan Lebanon. Militer Israel kemudian mengidentifikasi korban sebagai anggota Hizbullah.
Gencatan senjata yang diberlakukan sejak November 2024 dirancang untuk mengakhiri lebih dari satu tahun ketegangan antara kedua pihak, termasuk dua bulan konflik terbuka yang dipicu oleh perang di Gaza.
Namun, pelanggaran terus terjadi. Israel secara rutin melancarkan serangan di wilayah Lebanon dengan dalih menargetkan anggota dan posisi Hizbullah. Israel juga menuduh kelompok yang didukung Iran itu melakukan penguatan persenjataan.
Di sisi lain, militer Israel dikabarkan masih menempatkan pasukannya di lima lokasi strategis di Lebanon selatan, memperumit situasi gencatan senjata yang seharusnya menghentikan permusuhan antara kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Osasuna Kalahkan Real Madrid 2-1 Berkat Gol Pamungkas Garcia
Bayern Muenchen Tahan Kejar Frankfurt untuk Raih Kemenangan 3-2
Pemprov Sulsel Gelar Ramadhan Leadership Camp untuk Bentuk Karakter ASN
Carrick Siap Pimpin Manchester United Secara Permanen