Rekonstruksi Penculikan Kacab Bank: Detik-Detik Mencekam hingga Tewas di Semak Bekasi

- Senin, 17 November 2025 | 17:36 WIB
Rekonstruksi Penculikan Kacab Bank: Detik-Detik Mencekam hingga Tewas di Semak Bekasi

Rekonstruksi Penculikan Kacab Bank: Detik-Detik Mencekam Sebelum Tewas di Semak Bekasi

Proses rekonstruksi kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang bank, Muhammad Ilham Pradipta (37), mengungkap serangkaian momen mengerikan yang dialami korban sebelum akhirnya ditemukan tewas di area semak-belukar Kabupaten Bekasi.

Teror di Kemayoran: Pemindahan Paksa dan Teriakan Minta Tolong

Dalam reka ulang kejadian, terungkap bahwa korban sempat berusaha meminta pertolongan saat dipindahkan dari mobil Avanza putih ke Fortuner hitam di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat itu, lima tersangka berada dalam Avanza yang membawa Ilham, sementara Fortuner hitam dikemudikan tersangka Umri dengan dua penumpang lainnya yaitu Johanes Joko dan Mochamad Nasir yang merupakan anggota TNI.

Penolakan Usulan dan Pengikatan Tangan

Rekonstruksi menunjukkan bahwa Nasir sempat mengusulkan agar korban diputar-putar dulu ke wilayah Tanjung Priok. Namun, Erasmus menolak usulan tersebut dengan alasan semakin lama korban ditahan maka risiko yang dihadapi akan semakin besar. Tangan korban kemudian diikat erat sebagai langkah pengamanan tambahan.

Perlawanan Terakhir Korban

Momen paling mencekam terjadi ketika Erasmus memanggil Johanes Joko untuk membantu memindahkan Ilham ke kendaraan lain. Dalam situasi kritis ini, Ilham sempat menggigit tangan salah satu pelaku dan berteriak keras, "Tolong, ini penculikan!" Sayangnya, teriakan minta tolong itu berhasil diredam dengan menutup mulut korban.

Kondisi Korban yang Semakin Melemah

Setelah pemindahan, korban terdiam di bagian tengah mobil dengan posisi miring dan telungkup. Meski tidak melawan lagi, sesekali masih terdengar suara korban mengerang atau mengorok dengan gerakan lengan yang terbatas. Sebelum pintu mobil ditutup, korban bahkan mendapat tendangan dua kali di bagian paha.

Transaksi dan Perjalanan Menuju Cikarang

Usai pemindahan korban, Kopda Feri menyerahkan uang sebesar Rp 45 juta kepada Erasmus sebagai bayaran penculikan. Dana tersebut kemudian dibagi kepada lima eksekutor. Di dalam Fortuner, kondisi Ilham semakin melemah. Korban diletakkan di bawah depan kursi tengah dalam keadaan terikat, diinjak, dan lehernya dililit handuk oleh Serka Nasir. Perjalanan kemudian berlanjut menuju Cikarang dengan pergantian sopir kepada David Setia Darmawan.

Akhir Tragis di Lahan Kosong Bekasi

Sekitar pukul 00.30 WIB, para pelaku tiba di lahan kosong di Kabupaten Bekasi. Nasir kembali melilitkan handuk ke leher korban, menyeret tubuh Ilham keluar mobil, lalu melemparkannya ke semak-semak. Ketika ditanya penyidik apakah korban masih hidup saat dibuang, Nasir hanya menjawab, "Kalau itu saya kurang tahu."

Rekonstruksi 57 Adegan

Rekonstruksi yang digelar di Polda Metro Jaya pada hari Senin tersebut memperagakan total 57 adegan. Menurut penyidik, terdapat pertambahan beberapa adegan terkait pemindahan korban dari mobil Avanza ke Fortuner, pemberian uang ke eksekutor, serta keterangan tersangka yang berbeda-beda. Proses rekonstruksi ini berhasil mengungkap detail-detail penting tentang penganiayaan dan pembuangan korban di kawasan Bekasi sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar