Revitalisasi Benteng Kuto Besak Palembang memasuki babak baru dengan penekanan kuat pada peningkatan pengalaman wisatawan. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, secara tegas menyatakan akan memberlakukan sanksi berat bagi pihak yang merugikan pengunjung, termasuk kewajiban ganti rugi sepuluh kali lipat nilai kerugian.
Kebijakan tegas ini diambil sebagai respons terhadap berbagai keluhan yang kerap muncul di kawasan wisata ikonik Sumatera Selatan ini, mulai dari praktik pungutan tidak resmi hingga gangguan kenyamanan dari oknum tertentu. Ratu Dewa menegaskan bahwa pembenahan fisik harus diimbangi dengan perbaikan tata kelola dan pengawasan ketat.
"Aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama kami. Jika masih ditemukan pelanggaran, pihak berwenang yang bertanggung jawab akan dikenai sanksi administratif termasuk kewajiban ganti rugi sepuluh kali lipat," tegas Ratu Dewa dalam kunjungan kerjanya, Senin (17/11/2025).
Fase pertama revitalisasi Benteng Kuto Besak difokuskan pada penataan ulang tata ruang kawasan. Struktur lama seperti coneblock, pagar pembatas, dan kolam yang dinilai kurang fungsional telah dibongkar untuk menciptakan alur pergerakan wisatawan yang lebih optimal. Pembangunan plaza utama, pemasangan pagar besi baru, dan perbaikan utilitas sedang dilakukan secara intensif.
"Tahap awal ini kami prioritaskan untuk memperkuat fondasi kawasan sehingga dapat menghilangkan titik-titik rawan yang berpotensi mengganggu keselamatan pengunjung," jelasnya lebih lanjut.
Setelah struktur dasar selesai, proses revitalisasi akan berlanjut ke tahap penyempurnaan estetika dan fasilitas pendukung. Rencana pemasangan lampu artistik, penyediaan street furniture, penataan ruang hijau, dan instalasi air mancur modern akan mengubah wajah BKB menjadi ruang publik yang lebih dinamis, terutama pada malam hari.
Transformasi Benteng Kuto Besak tidak hanya bertujuan menciptakan ruang rekreasi, tetapi juga mengembangkan ekosistem kegiatan masyarakat yang produktif. Kawasan bersejarah ini dirancang untuk menjadi pusat interaksi sosial yang mendukung aktivitas olahraga, kuliner khas Palembang, hingga pertunjukan seni dan budaya.
"Visi kami menjadikan BKB sebagai destinasi multifungsi yang mampu menarik minat berbagai kalangan, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang tertib dan terstruktur," pungkas Ratu Dewa menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Kapolri Marah, Usut Tuntas Dugaan Aniaya Pelajar oleh Oknum Brimob di Maluku
Persib Kokoh di Puncak, Persija dan Borneo Membayang di Liga 1
Persib Kokohkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Persita 1-0
KAMMI Serahkan Hasil Panen Beras Sambas ke Mentan, Buktikan Peran Pemuda dalam Ketahanan Pangan