Raja Yordania Kunjungi Indonesia, Sampaikan Duka untuk Korban Ledakan SMA 72 Jakarta
Raja Abdullah II dari Yordania melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Jumat (14/11) sore. Kedatangan sang Raja disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas hubungan bilateral antara kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Raja Abdullah II menyampaikan perhatiannya yang mendalam mengenai insiden ledakan yang baru-baru ini mengguncang SMA Negeri 72 di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Raja Yordania secara tegas mengutuk serangan yang menargetkan lingkungan pendidikan tersebut.
"Atas nama negara kami, kami mengutuk keras serangan mengerikan yang menargetkan sekolah menengah Anda," ujar Raja Abdullah II kepada Presiden Prabowo Subianto. Beliau juga menyampaikan rasa duka citanya yang terdalam atas peristiwa yang menyebabkan puluhan siswa mengalami luka-luka.
Tidak hanya itu, Raja Abdullah turut menyampaikan belasungkawa atas musibah banjir yang melanda beberapa wilayah di Indonesia. Pernyataan solidaritas ini semakin menguatkan hubungan persahabatan yang telah lama terjalin antara kedua negara.
Raja Yordania menegaskan komitmennya untuk mendukung kepemimpinan Prabowo. "Seperti yang Anda ketahui, Yordania akan selalu berdiri di sisi Anda dan mendukung Anda dalam segala hal," tegasnya.
Update Terkini Kondisi Korban Ledakan SMA 72 Jakarta
Peristiwa ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta terjadi pada Jumat (7/11). Data terakhir menunjukkan total korban mencapai 96 orang, dengan 29 orang di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif di tiga rumah sakit berbeda.
Proses pemantauan dan penanganan medis terhadap para korban masih terus berlangsung. Sebagian besar korban dilaporkan mengalami cedera seperti gangguan pendengaran, luka bakar dengan tingkat keparahan ringan, serta trauma pada saluran pencernaan.
Pemerintah, bersama dengan pihak sekolah dan keluarga, kini aktif memberikan pendampingan psikologis dan medis bagi para siswa yang terdampak untuk memulihkan kondisi mereka.
Sementara itu, pelaku ledakan yang masih berstatus sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pelaku ditempatkan di ruang ICU Khusus yang terletak di lantai dua Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit tersebut.
Artikel Terkait
BMKG Pastikan Gempa Kuat di Fiji Tak Picu Ancaman Tsunami bagi Indonesia
Kementerian Pertanian Pastikan Harga Ayam di Pasar Minggu Masih Sesuai Acuan
Pakar APINDO Ingatkan KUHP Baru Bisa Tak Efektif Jika Penegak Hukum Bermasalah
IKA Unhas Salurkan 22 Ton Beras untuk Program Ramadhan