Menurut New York Times, 43 dari 253 tawanan Hamas telah terbunuh.
Para tawanan yang dibebaskan menyatakan bahwa ketakutan terbesar mereka adalah dibunuh oleh pemboman Israel yang tiada henti yang telah menewaskan lebih dari 37.000 orang sebagai bagian dari genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza.
Bom Jebakan Meledak
Perlawanan Palestina mengebom rumah yang dijadikan jebakan untuk beberapa pasukan Zionis di Rafah.
Perlawanan Palestina mengumumkan, pada hari Senin, bahwa mereka telah menyergap kekuatan militer Zionis, menyebabkan mereka tewas dan terluka dalam pertempuran sengit di kota Rafah, selatan Jalur Gaza.
“Kami menyebabkan pasukan Zionis terbunuh atau terluka dengan meledakkan sebuah rumah jebakan yang didalamnya mereka bersembunyi di kamp Shaboura di Rafah,” kata Batalyon Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam “Hamas,” dalam sebuah pernyataan. sebuah laporan militer, menurut situs Palestine Online.
Segera setelah kedatangan pasukan penyelamat, mujahidin kami membom sekitar rumah yang dibom dengan mortir,
Kelompok tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan di Telegram bahwa mereka telah meledakkan sebuah rumah jebakan yang berisi pasukan Israel di dalamnya.
“Segera setelah kedatangan pasukan penyelamat, pejuang kami menembakkan mortir ke sekitar rumah yang diledakkan,” kata Brigade Al-Qassam menambahkan.
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran