JAKARTADAILY.ID - Gedung Putih mengatakan serangan balasan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap 85 lokasi di Irak dan Suriah terkait milisi yang didukung Iran pada Jumat malam, 2 Februari 2024, hanya berlangsung selama 30 menit.
"Dan serangan itu tampaknya berhasil," kata Gedung Putih.
Dalam serangan balasannya, AS berhasil menewaskan 16 milisi pro Iran dan melukai 25 orang.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan kepada wartawan bahwa AS meluncurkan pesawat pengebom B-1 yang membawa lebih dari 125 amunisi berpemandu presisi.
Artikel Terkait
Iran Perkuat Armada Drone, AS Siagakan Pasukan di Ambang Ketegangan
Iran Ancam Hantam Jantung Tel Aviv Jika AS Berani Serang
Ledakan di Teheran Bukan Serangan, Tapi Ketegangan AS-Iran Makin Menderu
Latihan Tembak Iran dan Manuver AS: Selat Hormuz Kembali Jadi Ajang Adu Kekuatan