Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Dilecehkan Saat Kampanye, Pelaku Ditangkap

- Kamis, 06 November 2025 | 23:10 WIB
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Dilecehkan Saat Kampanye, Pelaku Ditangkap

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum Dilecehkan, Pelaku Ditangkap

Insiden pelecehan terhadap Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, terjadi saat ia sedang menyapa warga. Kejadian ini langsung viral setelah videonya beredar luas di media sosial.

Video tersebut menunjukkan seorang pria mendekati Presiden Sheinbaum dari samping. Pelaku kemudian merangkul, mencoba mencium, dan bahkan berusaha meremas payudara presiden perempuan pertama Meksiko itu dari belakang. Petugas keamanan dengan cepat menarik dan mendorong pria tersebut menjauh.

Menghadapi serangan mendadak itu, Claudia Sheinbaum tampak tetap tenang. Ia menepis tangan pelaku dengan lembut sambil tersenyum dan mengatakan, "Jangan khawatir," untuk menenangkan situasi.

Wali Kota Mexico City, Clara Brugada, mengonfirmasi bahwa pelaku, yang diduga dalam keadaan mabuk, telah berhasil ditangkap beberapa jam pasca-kejadian. Melalui media sosial X, Brugada menegaskan, "Jika mereka menyentuh presiden, mereka menyentuh kita semua. Saat presiden dilecehkan hanya karena ia seorang perempuan, maka kita semua dilecehkan."

Menanggapi insiden ini, Sheinbaum secara resmi mengajukan tuntutan hukum. Ia menegaskan bahwa pelecehan yang dialaminya bukan hanya serangan pribadi, melainkan serangan terhadap seluruh perempuan Meksiko. "Tidak ada pria yang berhak melanggar ruang itu," tegasnya. "Saya memutuskan untuk mengajukan tuntutan karena ini adalah sesuatu yang saya alami sebagai perempuan, tetapi juga yang kita alami sebagai perempuan di negara kita."

Kejadian ini juga menyoroti potensi celah keamanan di sekitar presiden. Meski demikian, Sheinbaum menyatakan tidak akan mengubah kebijakan keamanannya yang selama ini lebih santun dan tidak melibatkan pengawalan militer ketat seperti pendahulunya.

Claudia Sheinbaum, yang berusia 63 tahun, adalah presiden perempuan pertama sekaligus pemimpin pertama Meksiko yang berdarah Yahudi. Sepanjang karirnya, ia dikenal vokal memperjuangkan kesetaraan gender dan perlindungan bagi perempuan dari kekerasan.

Insiden ini kembali mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan di Meksiko. Data dari lembaga statistik nasional setempat menunjukkan hampir 50% perempuan di Meksiko pernah mengalami pelecehan atau kekerasan seksual setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar