Marshanda Buka Suara soal Rasa Sepi di Masa Kecil Akibat Miskomunikasi dengan Orang Tua

- Senin, 17 Agustus 2026 | 20:30 WIB
Marshanda Buka Suara soal Rasa Sepi di Masa Kecil Akibat Miskomunikasi dengan Orang Tua

Di balik kesuksesannya sebagai bintang cilik, Marshanda menyimpan luka batin yang tak banyak diketahui publik. Perempuan yang akrab disapa Caca ini mengaku telah bertahun-tahun merasakan kekosongan jiwa, meski kerap mendapat pujian dari banyak orang.

Pujian dari para penggemar ternyata tak mampu mengisi kekosongan tersebut. Terlebih, ia merasa tidak mendapatkan validasi dari kedua orang tuanya, terutama sang ibu.

“Mau punya 50 miliar fans di luar sana yang memuja-muja, kalau ayahnya dan ibunya silent aja kan nggak kerasa validasi itu. Jadi itu satu yang mendefinisikan aku adalah gimana untuk grow, berkembang, dan jadi orang yang sadar kalau validasi datangnya tuh dari diriku sendiri buat aku,” kata Marshanda dalam podcast Nikita Willy, dikutip MURIANETWORK.COM.

Marshanda baru menyadari akar masalahnya ketika usianya menginjak pertengahan 20 tahun. Ia mengaku memiliki bahasa cinta berupa kata-kata penegasan atau words of affirmation. Sementara itu, sang ibu mengekspresikan kasih sayangnya melalui tindakan nyata atau acts of service. Perbedaan cara komunikasi inilah yang selama puluhan tahun menciptakan kesalahpahaman di antara mereka.

“Dari aku ke Mama, aku penuh kata-kata, menurut Mama it means nothing. Dari Mama ke aku, dia usaha sampai mau berkorban kayak gimana juga nggak nyampe di aku,” ucap Marshanda.

Ketidakcocokan tersebut membuat Marshanda kecil tumbuh dengan perasaan tidak dicintai oleh ibunya. “Jadi miskom itu yang bikin aku kayak, ya Allah ternyata cuma miskom, tapi karena bertahun-tahun dan kita sama-sama nggak tahu, jalan begitu terus. Jadi persepsi lama aku tuh mikirnya aku empty gitu loh,” jelasnya.

Kini, setelah melalui proses kedewasaan, ibu satu anak ini telah berdamai dengan masa lalunya. Ia mulai menerima dan mengapresiasi orang tuanya apa adanya.

“Ternyata tuh ada proses berduka, saying goodbye ke orang tua fantasi kita. Dan menerima orang tua yang sebenarnya yang kita udah milikin tuh mereka penuh dengan keunikannya sendiri dan kasih sayang yang berlimpah buat kita,” pungkas Marshanda.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags