Bintang Muda Lokananta Tutup Program Inkubasi dengan Tur di Jakarta dan Yogyakarta

- Selasa, 21 Juli 2026 | 21:40 WIB
Bintang Muda Lokananta Tutup Program Inkubasi dengan Tur di Jakarta dan Yogyakarta

Program inkubasi musik Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 2 resmi berakhir setelah menggelar tur di Jakarta dan Yogyakarta. Tur yang berlangsung pada 11 Juli di M Bloc Space, Jakarta, dan 18 Juli di Milli Sayidan, Yogyakarta, menjadi panggung terakhir bagi tiga finalis sebelum melangkah ke industri musik.

Tiga finalis Drewgon, Barmy Blokes, dan BeverlyLine tampil di Jakarta bersama Swellow Band, sementara di Yogyakarta mereka didukung oleh Skandal Band. Tur ini melengkapi rangkaian kegiatan yang telah dijalani para peserta, mulai dari Lokananta Studio Gigs, sesi mentoring, rekaman di Studio Lokananta, hingga peluncuran album kompilasi.

Program BML Vol. 2 didukung oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA dan PT Danareksa (Persero). Penyelenggara menyebut dukungan ini sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang pengembangan berkelanjutan bagi talenta musik muda Indonesia.

Berbeda dengan ajang pencarian bakat biasa, BML dirancang sebagai program inkubasi yang fokus pada proses pengembangan musisi. Mulai dari kurasi, mentoring, rekaman, hingga tur sebagai tahap penutup. Melalui pengalaman tampil di dua kota dengan karakter audiens berbeda, para finalis diharapkan memperoleh pengalaman panggung yang lebih luas, memperkuat kapasitas profesional, dan memperluas jejaring.

Drewgon, musisi asal Maluku Tenggara, mengaku program ini membuka kesempatan yang sebelumnya sulit dijangkau. "Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan bisa melalui proses yang selengkap ini. Mulai dari mendapatkan insight baru di mentoring session, diberi kesempatan mengembangkan karya dengan mengeksplorasi arsip-arsip musik Lokananta lalu merekamnya di Studio Lokananta, hingga berkesempatan tampil dalam tur di dua kota. Semua itu membuka kesempatan yang sebelumnya terasa sangat jauh. BML membuatku merasa memiliki ruang, akses, dan kesempatan yang sama untuk berkembang," ujarnya.

Personel BeverlyLine, Manggar, mengatakan sesi mentoring menjadi pengalaman paling berkesan. "Sesi mentoring menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi kami. Dari sana kami mendapat banyak perspektif baru tentang bagaimana karya bisa lebih dekat dengan pendengarnya. Insight tersebut akhirnya mendorong kami untuk pertama kalinya merekam lagu berbahasa Indonesia. Itu menjadi langkah baru yang mungkin tidak akan kami ambil jika tidak mengikuti rangkaian mentoring di Bintang Muda Lokananta Vol. 2," kata Manggar.

Vokalis Barmy Blokes, Wiki, menilai pengalaman membangun relasi menjadi nilai penting. "Yang paling berkesan bagi kami selama mengikuti Bintang Muda Lokananta Vol. 2 adalah kesempatan untuk terhubung dengan begitu banyak orang. Kami bisa berdiskusi langsung dengan para mentor, bertukar pengalaman dengan sesama finalis, hingga bertemu audiens baru di Jakarta dan Yogyakarta. Semua pengalaman itu membuat kami sadar bahwa perjalanan musisi tidak berhenti saat karya selesai dibuat. Justru dari pertemuan-pertemuan seperti inilah kami belajar, membangun jejaring, dan menemukan semangat baru untuk terus berkarya," ujar Wiki.

Di Yogyakarta, tur juga menghadirkan ruang diskusi yang mempertemukan finalis dengan pelaku industri. Heruwa, vokalis Shaggydog sekaligus perwakilan DoggyHouse Records dan Milli Sayidan, menekankan pentingnya ekosistem yang mendukung pertumbuhan musisi. Menurutnya, regenerasi talenta musik tidak cukup hanya dengan panggung pertunjukan. Musisi juga membutuhkan program yang membuka ruang untuk saling belajar, membangun jejaring, bertukar perspektif, serta terhubung dengan komunitas, pelaku industri, dan audiens sebagai bagian dari ekosistem musik yang berkelanjutan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags