Intinya, ia harus menahan diri. Di sisi lain, kolaborasi dengan tim sangat ia utamakan. Randy aktif berdiskusi dengan tim stunt Piranha Stunt untuk menyempurnakan setiap adegan. Masukan dari para pemain lain juga ia dengarkan.
Meski sudah berpengalaman, syuting tetap saja berat. Lokasinya seringkali di tempat yang panas, berdebu, dan minim oksigen. Cedera ringan? Itu sudah jadi makanan sehari-hari. Tapi bagi Randy, itu semua resiko yang wajar dalam dunia action.
Ia sama sekali tak ingin setengah-setengah. Pengorbanan dan ketidaknyamanan di lokasi syuting ia terima sebagai bagian dari komitmennya tampil maksimal. Kedisiplinan dan ritme kerjanya yang tinggi bahkan dikatakan memberi pengaruh positif bagi suasana kerja di lokasi, membuat atmosfernya lebih profesional.
Pada akhirnya, "Algojo" ini lebih dari sekadar proyek. Bagi Randy, series ini adalah wadah untuk menyalurkan kembali kecintaannya pada dunia combat di ranah yang baru.
Artikel Terkait
Club Dangdut Racun dan MikkyZia Rencanakan Rilis Lagu dan Tur Kolaboratif
Perfect Crown Raih Rating Perdana 7,8%, Jadi Drama Jumat-Sabtu MBC Terbaik Ketiga
Michelle Ashley Ungkap Alasan Jauh dari Pinkan Mambo demi Kesehatan Mental
Serial Animasi KIKO Season 4 Tayang Perdana di RCTI, Usung Cerita Baru di Neo Asri