Nama Lily-Rose Depp belakangan makin sering terdengar. Tak heran, putri aktor Johnny Depp ini memang memilih jalan yang sama dengan sang ayah: dunia akting.
Dunia yang, jujur saja, sepertinya sudah mengalir dalam darahnya.
Lily-Rose Depp: Dari Paris ke Hollywood, Mengukir Nama Sendiri
Lahir di Paris pada 27 Mei 1999, Lily-Rose Melody Depp sejak kecil sudah hidup di tengah gemerlap dua kutub hiburan. Ibunya, Vanessa Paradis, adalah penyanyi dan aktris Prancis yang legendaris. Sementara ayahnya, Johnny Depp, tentu saja ikon Hollywood. Dia punya adik laki-laki, John "Jack" Christopher Depp III. Meski orang tuanya berpisah di tahun 2012 setelah 14 tahun bersama, mereka tetap membesarkan anak-anaknya bersama. Hal itu membuat masa remaja Lily-Rose diwarnai oleh perjalanan bolak-balik antara Los Angeles dan Paris. Maka, jangan tanya soal kemahirannya berbahasa Inggris dan Prancis dia fasih di keduanya.
Di usia 17 tahun, tepatnya pada 2016, gadis ini memutuskan untuk serius mengejar karier. Dia memilih untuk tidak melanjutkan kuliah dan fokus total pada dunia seni.
Melangkah di Dunia Film dan Fashion
Debut aktingnya terjadi di tahun 2014, lewat film horor komedi Tusk. Perannya sebagai Colleen Collette bahkan dibaginya dengan sang ayah yang juga turut membintangi film itu. Namanya mulai mencuat setahun kemudian, berkat sebuah pemotretan di majalah Oyster Australia. Tapi, gebrakan besarnya datang dari dunia mode. Pada 2015, Chanel menunjuknya sebagai duta merek untuk koleksi kacamata sebuah langkah awal yang prestisius untuk karier modelingnya.
Setelah itu, tawaran berdatangan. Tahun 2016, ia kembali memerankan karakter Colleen di sekuel Tusk berjudul Yoga Hosers. Sejak saat itu, portofolionya terus berkembang dengan film-film yang diputar di berbagai festival bergengsi. Salah satu peran yang cukup menyita perhatian adalah saat ia berperan sebagai Catherine of Valois dalam film The King (2019), beradu akting dengan Timothée Chalamet.
Kalau dirunut, film layar lebarnya cukup beragam. Mulai dari Tusk (2014), Yoga Hosers dan The Dancer (2016), lalu Savage serta A Faithful Man (2018). Di tahun 2019, selain The King, ia juga membintangi My Last Lullaby. Tak cuma film, ia juga muncul di video musik "All Around the World" (2015) dan dokumenter Period. End of Sentence. (2019).
Diakui, Tapi Belum Membawa Pulang Piala
Meski namanya kerap disebut di kalangan pendatang baru yang menjanjikan, penghargaan besar masih belum diraihnya. Industri film Prancis, bagaimanapun, cukup sering mengapresiasi. Lily-Rose beberapa kali masuk nominasi untuk kategori Aktris Pendatang Baru Terbaik.
Pada 2017, ia dinominasikan di César Awards dan Lumières Awards. Dua tahun kemudian, di tahun 2019, namanya kembali masuk dalam nominasi César Awards dan Prix Romy Schneider untuk kategori yang sama.
Jadi, begitulah sekelumit perjalanan Lily-Rose Depp. Sebuah karier yang masih terus berjalan, mengikuti jejak orang tua, tapi dengan caranya sendiri.
Artikel Terkait
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Sebut Ahmad Dhani Sahabat dan Kader Gerindra