Denny Sumargo Siap Rogoh Rp1 Miliar Demi Saham Hutan Indonesia

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:10 WIB
Denny Sumargo Siap Rogoh Rp1 Miliar Demi Saham Hutan Indonesia

Denny Sumargo Siap Gelontorkan Rp1 Miliar untuk Beli Hutan, Ini Kata-Katanya

Isu lingkungan yang diangkat Pandawara Group rupanya menarik perhatian Denny Sumargo. Artis sekaligus atlet basket itu tak main-main. Dia mengaku siap mengeluarkan dana fantastis sekitar Rp1 miliar untuk mendukung ide membeli hutan sebagai upaya pelestarian alam.

Belakangan ini, berita soal penebangan dan penambangan liar memang bikin miris. Kondisi alam kian memprihatinkan. Nah, melihat situasi itu, Denny pun tergerak untuk ikut ambil bagian.

Saat ditemui di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat lalu, Denny bercerita soal postingan Pandawara Group yang sempat dia lihat.

"Di postingannya Pandawara, ya kemudian gua nggak tahu serius atau nggak ya. Cuma kalau serius juga bolehlah gitu. Makanya gua bilang ya, yuk, ayo gua Rp 1 miliar pertama deh gitu,"

Bagi dia, ini bukan sekadar guyonan. Aksi patungan membeli hutan itu muncul dari rasa resah yang mendalam. Apalagi, beberapa wilayah di Sumatera baru saja dilanda banjir bandang dan longsor. Banyak yang menyebut, alih fungsi hutan jadi pemicunya.

"Karena gua juga cukup merasa terganggu dan resah dengan banyaknya penambangan liar dan juga penebangan pohon liar yang kemudian secara tata kelola lingkungan itu menurut saya pribadi meresahkan,"

Denny melanjutkan,

"Itu sebenarnya bentuk keresahan saja. Tapi kalau kemudian akhirnya itu bisa terwujud juga, lucu juga sih gitu. Gua punya saham hutan Rp1 miliar dan nggak akan gua tebang sama sekali. Ya, karena untuk ngejaga hutan-hutan kita,"

Di sisi lain, pria yang sering dijuluki "pebasket sombong" ini melihat ide Pandawara juga sebagai bentuk kritik halus. Kritik untuk pemerintah, agar lebih serius lagi menjaga kelestarian alam.

"Sebenarnya ini pesan sih untuk pemerintah. Saya yakin pemerintah juga peduli. Cuma kepedulian itu harus hadir dalam bentuk sikap dan juga tanggung jawab bagaimana menata lingkungan kita,"

Denny optimis pesannya akan sampai. Dia yakin pemerintah bakal mendengar dan mengevaluasi kebijakan yang ada.

"Saya yakin pesan itu pasti diterima oleh pemerintah, karena pemerintah juga pasti mereka juga akan mengevaluasi dan terus mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang perlu dilakukan. Salah satu contoh kan kemarin ada 1.080-an, apa lagi namanya, sertifikat tanah di Tesso Nilo yang masih daerah kawasan konservasi yang akhirnya dibatalkan kan. Jadi, menurut aku, apa pun yang kita sampaikan, saya yakin pemerintah juga pasti dengar. Yang penting cara kita menyampaikan juga yang ada adab saja sih menurut aku,"

Menurutnya, bencana di Sumatera tak bisa hanya disalahkan pada iklim. Faktor kerusakan alam, kata Denny, punya peran yang sangat besar.

"Kita nggak bisa nyalahin alam dan iklim. Alam dan iklim akan terjadi di semua negara. Tapi bagaimana negara-negara lain mengantisipasi itu kan ya pasti dijaga lingkungannya dulu,"

Pada intinya, ide membeli hutan ini adalah cermin kekhawatiran banyak orang. Kekhawatiran akan masa depan generasi penerus.

"Ini bentuk kekhawatiran kita, jangan sampai di masa depan generasi penerus kita ditinggalkan bencana. Pohon-pohon dan hutan-hutan itu adalah pelindung kita,"

Denny berharap momentum ini bisa membangkitkan kesadaran semua pihak, terutama pemerintah yang punya wewenang besar.

"Semoga dengan ada kejadian ini, ini bisa menjadi momen bangkitnya awareness untuk semua pihak, terutama pemerintah yang punya peran penting menjaga lingkungan kita,"

Jadi, itu dia. Bukan cuma omong kosong. Denny Sumargo benar-benar siap dengan koceknya yang dalam untuk ikut menyelamatkan hutan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar