Arhan dan Azizah Salsha Bersatu dalam Duka, Pelukan Hangat untuk Mantan Ibu Mertua

- Senin, 08 Desember 2025 | 23:10 WIB
Arhan dan Azizah Salsha Bersatu dalam Duka, Pelukan Hangat untuk Mantan Ibu Mertua

Arhan dan Azizah Salsha Akhirnya Satu Frame, Usai Duka di Blora

Kabar duka datang dari keluarga Pratama Arhan. Sang ayah meninggal dunia di Blora, Jawa Tengah, pada Minggu lalu. Di tengah kesedihan itu, ada sebuah kehadiran yang menarik perhatian: Azizah Salsha, mantan istri Arhan. Dia datang bersama ibu dan anak mereka untuk turut melayat.

Meski statusnya sudah berubah, Azizah ternyata masih mendampingi Arhan di saat-saat yang paling berat. Bahkan, menurut sejumlah saksi, mereka terlihat beriringan mengendarai motor menuju ke pemakaman. Sebuah gambaran yang cukup mengharukan, mengingat hubungan mereka sudah resmi berakhir.

Yang juga patut dicatat, hubungan Azizah dengan mantan ibu mertuanya rupanya tetap hangat. Hal ini terekam jelas dalam unggahan akun @anggita_gafli di media sosial.

Dalam foto yang beredar, Azizah terlihat memeluk erat wanita yang dulu pernah dipanggil 'ibu'. Sebuah pelukan yang berusaha menenangkan, mengingat sang ibu baru saja kehilangan pendamping hidup.

Nah, foto itulah yang kemudian menjadi pembicaraan. Untuk pertama kalinya pasca perceraian, Azizah Salsha dan Pratama Arhan berada dalam satu frame yang sama. Mereka memang tidak berdampingan Arhan di sisi kanan ibunya, sementara Azizah berada di samping kanan sang ibu pula tetapi kehadiran mereka bersama dalam satu momen duka ini punya makna tersendiri.

Banyak yang bilang, momen ini seperti menjawab berbagai spekulasi dan kabar miring yang beredar seputar perpisahan mereka yang mendadak di Agustus 2025 lalu. Isu-isu tidak sedap itu seolah ditepis dengan sendirinya oleh sikap saling mendukung di kala susah.

Seperti telah banyak diberitakan, pernikahan mereka memang sudah resmi berakhir. Pengadilan Agama Tigaraksa telah mengabulkan gugatan cerai, dan Arhan pun mengucapkan ikrar talaknya pada akhir September 2025.

Namun begitu, apa yang terjadi di Blora menunjukkan sesuatu yang lain. Di luar ikatan hukum dan status, tampaknya masih ada rasa hormat dan kepedulian sebagai sesama manusia, sebagai bagian dari keluarga yang pernah dibangun. Dan itu, dalam situasi apa pun, selalu terasa lebih bermakna.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler