Fraktur Penis: Mitos Patah Tulang dan Fakta Cedera Darurat yang Perlu Diwaspadai

- Kamis, 02 Juli 2026 | 02:40 WIB
Fraktur Penis: Mitos Patah Tulang dan Fakta Cedera Darurat yang Perlu Diwaspadai

Banyak orang mengira penis tidak mungkin patah karena tidak memiliki tulang. Anggapan itu benar secara anatomi, tetapi keliru jika diartikan bahwa penis tidak bisa mengalami cedera serius. Faktanya, kondisi yang dikenal sebagai fraktur penis dapat terjadi dan memerlukan penanganan medis darurat.

Secara anatomi, penis terdiri dari dua silinder jaringan spons yang disebut corpora cavernosa. Saat ereksi, jaringan ini terisi darah sehingga penis menjadi kaku. Meski tidak bertulang, jaringan tersebut tetap bisa robek apabila menerima tekanan atau benturan kuat ketika sedang ereksi.

Fraktur penis umumnya terjadi saat berhubungan seksual. Cedera muncul ketika penis yang ereksi terbentur tulang panggul pasangan akibat gerakan yang tidak tepat saat penetrasi. Masturbasi terlalu kuat, benturan keras akibat kecelakaan, atau trauma karena kekerasan juga dapat menyebabkan kondisi serupa.

Meski tergolong jarang, fraktur penis merupakan keadaan darurat. Diperkirakan kasus ini terjadi pada sekitar satu dari 175.000 pria.

Gejala Fraktur Penis

Beberapa tanda yang mengindikasikan fraktur penis antara lain: suara seperti letupan atau patah saat cedera terjadi, nyeri hebat yang muncul tiba-tiba, pembengkakan pada penis, serta memar yang awalnya merah lalu berubah menjadi biru keunguan hingga hitam. Pada sebagian kasus, terjadi perdarahan atau keluarnya darah dari saluran kemih.

Jika tidak segera ditangani, fraktur penis dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti kelengkungan penis permanen, gangguan ereksi, hingga nyeri berkepanjangan saat berhubungan seksual.

Menurut National Health Service (NHS), sekitar sepertiga kasus fraktur penis terjadi ketika pasangan berada di posisi di atas saat berhubungan intim. Namun, kondisi ini tetap dapat terjadi pada berbagai posisi maupun akibat trauma lainnya.

Karena itu, apabila muncul gejala yang mengarah pada fraktur penis, penderita disarankan segera mencari pertolongan medis. Penanganan cepat dapat meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags