Ahli Epidemiologi UI Ingatkan Jaga Jarak dan Kebersihan untuk Antisipasi Hantavirus

- Minggu, 10 Mei 2026 | 10:30 WIB
Ahli Epidemiologi UI Ingatkan Jaga Jarak dan Kebersihan untuk Antisipasi Hantavirus

Kewaspadaan terhadap kasus suspek Hantavirus yang mulai terdeteksi di Indonesia mendorong masyarakat untuk lebih memahami langkah-langkah pencegahan, meskipun penularan virus ini tidak tergolong mudah terjadi. Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, menekankan pentingnya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta kondisi kesehatan orang-orang di sekitar sebagai upaya antisipasi.

Salah satu langkah sederhana namun krusial yang disarankan adalah menjaga jarak dari individu yang sedang mengalami flu atau gangguan pernapasan. Menurut Pandu, gejala awal infeksi Hantavirus kerap menyerupai flu biasa, sehingga kewaspadaan ekstra diperlukan untuk menghindari kesalahan identifikasi penyebab penyakit.

"Kalau ada orang sakit flu, jangan terlalu dekat. Kita tidak tahu penyebab flu tersebut apa," ujar Pandu saat dihubungi pada Minggu (10/5/2026).

Sementara itu, kebersihan rumah, khususnya area dapur, menjadi perhatian utama lainnya. Makanan dan minuman dianjurkan untuk selalu disimpan dalam kondisi tertutup guna mencegah kontaminasi dari tikus yang dikenal sebagai pembawa virus. Pandu menegaskan bahwa sarang tikus di sekitar rumah tidak boleh dibiarkan dan harus segera dibersihkan jika ditemukan tanda-tanda keberadaan hewan pengerat tersebut.

Di sisi lain, kebiasaan mencuci tangan secara rutin disebut sebagai perlindungan paling efektif untuk mencegah penularan berbagai penyakit, termasuk Hantavirus. "Cuci tangan itu powerful sekali," kata dia.

Penggunaan masker juga dinilai penting, terutama bagi individu yang sedang mengalami flu atau berada di lingkungan dengan risiko tinggi penularan penyakit pernapasan. Langkah ini bertujuan untuk menghambat penyebaran droplet yang berpotensi membawa virus.

Bagi masyarakat yang mulai merasakan gejala seperti demam, flu, atau kelemahan tubuh, Pandu menyarankan untuk segera memeriksakan diri tanpa menunda pengobatan. Penanganan cepat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Ia juga mengingatkan penderita penyakit penyerta, seperti diabetes, agar lebih disiplin dalam menjaga kondisi tubuh karena daya tahan tubuh yang menurun dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar