Lebih dari Angpau: Menemukan Makna Baru dalam Tradisi Imlek

- Rabu, 07 Januari 2026 | 20:30 WIB
Lebih dari Angpau: Menemukan Makna Baru dalam Tradisi Imlek

Suasana Imlek di rumah juga bisa dibangun dengan cara yang kreatif, lho. Misalnya, mengajak anak-anak membuat dekorasi kertas sendiri. Atau menata meja makan dengan tema merah dan emas. Kegiatan sederhana ini justru yang bikin suasana jadi hangat dan akrab.

Jangan lupakan tradisi di dapur. Beberapa hari sebelum reunion dinner, aktivitas memasak bersama sudah ramai. Ikan utuh yang disajikan tak disentak habis, melambangkan kelimpahan yang berlanjut. Lalu ada kue keranjang dan manisan, yang dipercaya membawa keharmonisan dan kehidupan yang manis.

Malam sebelum Imlek, atau yang dikenal sebagai reunion dinner, adalah puncaknya. Momen sakral untuk seluruh keluarga berkumpul, berbagi cerita, dan tertawa. Di sinilah nilai kebersamaan itu terasa paling kuat, mengisi ulang ikatan yang mungkin renggang karena kesibukan sehari-hari.

Selain berkumpul, Imlek juga saatnya berbagi. Menyisihkan sedikit rezeki untuk mereka yang membutuhkan adalah wujud syukur dan kepedulian. Ini melengkapi kebahagiaan personal dengan makna sosial yang lebih dalam.

Keesokan harinya, di hari Imlek, ucapan-ucapan baik pun bertalu-talu. Harapan akan kesehatan, kesuksesan, dan kebahagiaan saling dihaturkan. Ritual ini menguatkan niat baik untuk memulai tahun.

Tak kalah penting, perayaan ini adalah sarana ampuh untuk melestarikan budaya. Melalui cerita, tradisi, dan aktivitas bersama, nilai-nilai luhur Imlek bisa diturunkan ke generasi muda. Agar mereka paham akar dan maknanya.

Jadi, Imlek tahun ini bukan cuma tentang kemeriahan dan keramaian. Lebih dari itu, ini tentang menghangatkan hubungan, memupuk rasa syukur, dan menyongsong lembaran baru dengan hati yang penuh harap. Semangatnya, semoga tak hanya bertahan sebulan, tetapi sepanjang tahun.


Halaman:

Komentar