Insanul Fahmi Duga Video CCTV dengan Inara Rusli Diperdagangkan Orang Dalam

- Jumat, 26 Desember 2025 | 09:15 WIB
Insanul Fahmi Duga Video CCTV dengan Inara Rusli Diperdagangkan Orang Dalam

JAKARTA Kabar mengejutkan datang dari Insanul Fahmi. Ia menduga kuat ada upaya jual-beli video CCTV yang menampilkan dirinya bersama Inara Rusli. Dugaan ini langsung memicu perbincangan hangat di jagat media sosial.

Menurut Insan, pelaku penyebaran video itu berinisial E. Yang bikin syok, E ini disebutnya merupakan orang yang bekerja di rumah Inara. Ia mengaku benar-benar terkejut saat mengetahui orang yang diduga terlibat justru orang dekat.

"Ya, sebenarnya agak kaget juga, karena memang orangnya sebenarnya kenal, walaupun tidak begitu dekat. Tapi yang saya tahu, dia orang kepercayaannya (Inara), inisialnya E," kata Insanul Fahmi.

Pernyataan itu ia sampaikan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus akses ilegal di Bareskrim Mabes Polri.

"Jadi menurut saya, saya berharap pelaku ini bisa cepat ditangkap karena sudah merugikan banyak pihak," sambungnya tanpa menyembunyikan harapannya.

Insanul merasa dirinya seperti dijebak. Apalagi setelah melihat bukti-bukti yang ia pegang, mulai dari pesan suara hingga percakapan chat dari sang pelaku. Semua mengindikasikan video CCTV itu sudah tersebar luas.

"Sangat merasa dijebak. Karena berdasarkan bukti voice note yang sudah saya dengar, sebenarnya ini sudah direncanakan dari lama," ujarnya.

Ia menegaskan, itu bukan sekadar dugaan. "Tapi ya itu bukan dugaan saya semata, tapi berdasarkan bukti yang saya dengar. Harapannya nanti segera diungkap penyidik."

Lebih lanjut, Insan mengungkap kemungkinan lain yang lebih memprihatinkan. Ia menduga video tersebut sengaja diperdagangkan untuk mencari keuntungan pribadi oleh pihak tertentu.

Rasanya sungguh kecewa. Baginya, masalah rumah tangga ini dimanfaatkan oleh orang lain untuk kepentingan mereka sendiri.

"Sangat kecewa. Karena sebenarnya kemarin harusnya saya baik-baik saja hubungan saya dengan inisial M dan I," kata Insan.

Namun begitu, situasi berubah drastis. "Tapi karena ada orang yang ikut campur, karena ingin mencoba untuk memonetisasi dan memanfaatkan momentum ini, jadinya saya merasa sangat dirugikan."

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar