PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, terus membuktikan kesuksesan strategi transformasi digital BRIVolution Reignite. Bukti nyatanya adalah pertumbuhan pesat pengguna aplikasi Super BRImo, yang telah mencapai 44,4 juta user hingga akhir September 2025. Angka ini mencetak kenaikan sebesar 19,4 persen year-on-year (yoy).
Tidak hanya jumlah pengguna, nilai transaksi harian BRImo juga mencatatkan rekor dengan menembus angka Rp 25 triliun. Pencapaian ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital BRI yang diakui aman, cepat, dan mudah diakses.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan komitmen bank dalam memperkuat infrastruktur dan mesin transaksi. Penguatan ini mencakup pengembangan aplikasi digital seperti BRImo dan Qlola, jaringan merchant, EDC, QRIS, serta AgenBRILink.
Hery menambahkan, "Ini adalah mesin yang dimiliki BRI yang luar biasa besar jumlahnya dibandingkan dengan kompetitor dan ini mulai kita hangatkan mesinnya."
Lebih lanjut, Hery memaparkan peningkatan volume transaksi BRImo yang signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp 14 triliun per hari pada Maret 2025, angka tersebut melonjak menjadi Rp 25 triliun per hari pada September 2025.
Peningkatan utilisasi infrastruktur transaksi ini, jelasnya, selaras dengan kenaikan volume transaksi dan turut berdampak positif pada peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikelola oleh BRI.
Dampak positif dari kinerja BRImo tersebut tercermin pada pertumbuhan DPK BRI secara konsolidasi, yang tumbuh 8,2% yoy menjadi Rp 1.474,8 triliun. Dari sisi kualitas, komposisi dana juga mengalami perbaikan signifikan dengan porsi CASA (giro dan tabungan) yang meningkat menjadi 67,6% dari total DPK.
Pertumbuhan CASA sendiri mencapai 14,1% yoy, didorong oleh kenaikan dana giro sebesar 24,5% yoy dan tabungan yang tumbuh 7,2% yoy. Komposisi CASA yang meningkat ini berkontribusi langsung pada penurunan biaya dana pihak ketiga.
Dengan demikian, transformasi digital BRI tidak hanya memperluas jangkauan layanan dan kenyamanan nasabah, tetapi juga memperkuat profitabilitas perusahaan serta menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.
Hery Gunardi menegaskan bahwa kinerja BRI tidak hanya tumbuh secara sehat, tetapi juga merefleksikan komitmen nyata bank dalam mendukung sektor produktif dan perekonomian rakyat. Ke depan, BRI akan terus memperkuat fundamental bisnis dengan menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi pendanaan, serta mendalami transformasi digital yang dijalankan secara terstruktur dan terintegrasi melalui BRIVolution Reignite.
Artikel Terkait
Analis Rekomendasikan Akumulasi Saham Undervalued Jelang Imlek 2026
Antrean Panjang di Jewellery Fair 2026 Jadi Cermin Pencarian Aset Aman
PMUI Diversifikasi ke Sektor Perhotelan dan Restoran, Target Operasional 2027
Harga Emas Antam Turun Rp14.000 per Gram di Awal Pekan